MASJIDALAMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – SABTU pagi, 5 September 2026, halaman Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar mendadak dipenuhi jamaah. Mereka datang dengan satu harapan yang sama, memohon kepada Allah SWT agar hujan segera turun dan menjadi berkah.
Di tengah kemarau panjang yang membuat ketersediaan air semakin terbatas, pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami menginisiasi pelaksanaan Shalat Istisqa sebagai ikhtiar spiritual bersama untuk memohon turunnya hujan.
Ajakan tersebut kemudian disambut pemerintah dan masyarakat. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama jajaran pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat hadir dan melaksanakan Shalat Istisqa di halaman masjid.
Bagi keluarga besar Al-Markaz, pelaksanaan Shalat Istisqa menjadi bagian dari peran masjid sebagai ruang ibadah sekaligus tempat masyarakat bersama-sama menghadapi persoalan yang mereka rasakan.
Bukan hanya dengan langkah-langkah penanganan secara lahiriah, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa. Shalat Istisqa dipimpin KH Hasan Basri Ahmad, sementara Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, bertindak sebagai khatib.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah dan masyarakat di halaman Masjid Al-Markaz merupakan bentuk penghambaan sekaligus ikhtiar untuk memohon turunnya hujan.
“Ini adalah bentuk manifestasi penghambaan kita kepada Allah SWT. Kita hadir bersama-sama untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan,” ujar Munafri.
Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Kabintal Koddam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Nofid Arifin, serta para kepala lembaga dan instansi vertikal.
Pagi itu, ikhtiar tidak hanya dilakukan melalui kebijakan dan bantuan pemerintah. Di halaman Masjid Al-Markaz, masyarakat memilih menengadahkan tangan dan memohon bersama.
Sebab, bagi mereka, hujan bukan sekadar fenomena alam. Ia juga dipandang sebagai rahmat yang dinantikan setelah panjangnya musim kering. Prakiraan cuaca dapat memperkirakan kapan hujan akan turun. Namun manusia tetap memiliki ruang untuk berikhtiar dan berdoa.
“Ini prakiraan. Tapi semua ada yang mengatur,” kata Munafri.
Sebuah ikhtiar yang dimulai dari masjid, kemudian mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam satu permohonan, semoga langit kembali menurunkan hujan dan membawa rahmat bagi Makassar. (*)

