MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali menegaskan perannya sebagai episentrum Amaliah Ramadan di Sulawesi Selatan. Tahun ini, masjid ikonik tersebut secara konsisten menggulirkan program pembagian buka puasa dengan target 1.000 porsi takjil dan santap malam setiap harinya.
Bukan sekadar berbagi, manajemen distribusi yang diterapkan tahun ini terbilang sangat rapi dan terstruktur. Sebelum azan Magrib berkumandang, para jamaah diarahkan sudah duduk rapih di teras masjid untuk menikmati menu takjil. Setelah menikmati takjiil buka puasa, jamaah kemudian melaksanakan Shalat Magrib secara berjamaah.

Koordinator Buka Puasa, Multazam A. Mukminin menjelaskan bahwa ketertiban menjadi prioritas utama. Usai menunaikan salat Magrib berjamaah, para jamaah kemudian diberi kupon berbuka puasa untuk dapat langsung ditukarkan dengan paket makan malam.
“Sistem kupon ini kami terapkan untuk memastikan pembagian makanan berlangsung tertib, merata, dan menghargai kenyamanan seluruh jamaah,” ujarnya
Di balik kemegahan sajian tersebut, terdapat tim dapur yang bekerja spartan. Satu juru masak utama memimpin sebelas personel di bagian produksi, sementara enam petugas lainnya didedikasikan khusus untuk meracik dan membungkus takjil.
Hal yang membuat program tahun ini terasa lebih “berkelas” dan visioner adalah keberanian panitia dalam menekan jejak karbon. Al-Markaz secara sadar meninggalkan penggunaan kemasan plastik seperti boks atau mika, dan beralih ke pembungkus kertas yang dilapisi daun pisang.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. panitia ingin memastikan bahwa ibadah di bulan suci tidak meninggalkan beban sampah plastik yang sulit terurai bagi bumi.
“Kami menghindari plastik secara sengaja. Dengan kemasan daun dan kertas, selain lebih higienis dan memberikan aroma khas, sisa kemasannya jauh lebih ramah lingkungan dan tidak menumpuk menjadi limbah abadi,” tegas Multazam.
Program buka puasa di Masjid Al-Markaz Al-Islami tahun ini pun bertransformasi menjadi potret ideal sebuah kegiatan keagamaan: sebuah perpaduan antara kepedulian sosial, manajemen yang mumpuni, serta komitmen menjaga kelestarian alam. (*)




