Sabtu, Maret 7, 2026
Google search engine
BerandaKhutbahRibuan Jamaah Istighosah Nisfu Syaban di Masjid Al-Markaz  Makassar

Ribuan Jamaah Istighosah Nisfu Syaban di Masjid Al-Markaz  Makassar

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Ribuan umat Muslim memadati Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, untuk melaksanakan istighosah malam Nisfu Sya’ban, Senin (2/2/2026). Mereka melakukan zikir dan doa bersama penuh kekhusyukan

Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi dengan kehadiran tak kurang dari 7.000 orang. Menariknya, jamaah ini didominasi oleh kaum milenial yang memenuhi lantai 2 hingga lantai 3 masjid terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Setelah itu, suasana masjid menjadi syahdu saat jamaah bersama-sama membacakan Surah Yasin sebanyak tiga kali, yang disusul dengan zikir dan doa bersama hingga memasuki waktu salat Isya.

Prosesi zikir dan doa ini dipimpin langsung oleh imam Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, yakni KH Hasan Basri Ahmad KH Musryidin Hamid dan KH Hasan Basri Arfah. Jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, memohon ampunan dan keberkahan di malam yang diyakini penuh rahmat tersebut.

Usai salat Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiah yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, MA, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Dalam ceramahnya, Prof. Rauf menekankan bahwa Nisfu Sya’ban bukanlah malam biasa, melainkan momentum besar sebagai syiar Islam.

Dia menjelaskan bahwa menghormati malam ini merupakan indikator ketaqwaan seseorang sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an. “Nisfu Sya’ban adalah malam yang sangat luar biasa. Ini adalah sebuah syiar Islam di mana berdasarkan Al-Qur’an, Allah mengatakan bahwa siapa yang menghormati syiar Islam, maka itu menjadi indikator kekuatan ketaqwaan yang kita miliki,” ujar Prof. Rauf Amin di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga memberikan pandangan mendalam mengenai keagungan malam ini jika dibandingkan dengan Lailatul Qadr dari sisi kepastian waktunya. “Malam ini malam sangat agung. Bahkan ini lebih penting dari Lailatul Qadr dalam konteks kepastiannya, karena Lailatul Qadr tidak tentu waktunya, sedangkan Nisfu Sya’ban sudah ditentukan waktunya. Narasi tentang Nisfu Sya’ban sangat jelas keistimewaannya,” tambahnya.

Mengakhiri tausiahnya, Prof. Rauf mengingatkan agar umat Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Menurutnya, malam Nisfu Sya’ban adalah malam curahan kasih sayang Allah SWT. Ia mengatakan bahwa sangat disayangkan jika seorang Muslim yang diberi kesempatan untuk dipertemukan dengan Nisfu Sya’ban namun tidak mengapresiasinya.

“Malam nisfu syaban adalah malam rahmat. Inilah yang kita mau raih pada malam ini,” pungkasnya.

Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Masjid Al-Markaz terpantau tertib meskipun dipadati oleh ribuan kendaraan jamaah. Bahkan, ratusan jamaan lainnya bertahan di masjid hingga tengah malam untuk melaksanakan salat qiyamullail. (*)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments