MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali menghadirkan kemeriahan Ramadhan melalui Festival Bedug yang berlangsung pada 18–19 Maret 2026 di panggung utama Plaza Al Markaz Al Islami. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Kemilau Ramadhan” yang memadukan nuansa religius dengan kekayaan seni budaya Islam, sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
Tak hanya Festival Bedug, panitia juga menggelar lomba Senandung Asmaul Husna antar Majelis Taklim. Kedua agenda ini menjadi sorotan utama karena menggabungkan kreativitas seni dengan penguatan nilai-nilai spiritual melalui lantunan dzikir dan irama bedug yang menggugah.
Festival Bedug diikuti oleh enam peserta yang berasal dari sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar. Sementara itu, lomba Senandung Asmaul Husna diikuti oleh delapan Majelis Taklim dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan.
Koordinator Pelaksana Lomba, Darul Aqsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan syiar Islam dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah ekspresi seni religi masyarakat,” ungkapnya.
Dukungan penuh dari Bank Mega Syariah sebagai sponsor utama turut menyukseskan acara ini. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah bagi para pemenang. “Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kegiatan positif berbasis syariah dan pemberdayaan umat,” ujar Taufan, dari Bank Mega Syariah.
Sinergi antara Masjid Al Markaz Al Islami dan Bank Mega Syariah menunjukkan kesamaan visi dalam mengembangkan syiar Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif di Sulawesi Selatan dengan tetap mengedepankan inovasi digital serta pelibatan komunitas lokal.
Melalui Festival Bedug dan lomba Senandung Asmaul Husna ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap ajaran Islam semakin mengakar di tengah masyarakat. Panitia pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang semakin luas. (*)




