Rabu, April 22, 2026
Google search engine
Beranda blog

Idul Fitri: Menguatkan Tekad Menjadi Manusia yang Lebih Baik

0

Oleh: Gurutta Dr. KH. Muhammad Agus, M.Th.I (Ketua STA DDI Mangkoso – Barru)

( KHUTBAH PERTAMA) الخطبة الأولى

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

لله اكبر الله اكبر الله اكبر , الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر الله اكبر الله اكبر, والله الحمد. 

الله اكبر ما تعالت أصوات الناس بالتكبير 

الله اكبر ما تفتحت أبواب السماء فى هذا الصباح الكبير.

الله اكبر ما تنزلت علينا رحمة الإله العلى القدير.

الله اكبر ما تقاربت قلوب المسلمين فى هذا اليوم العظيم

الله اكبر ما تعاونت الجهود وصدقت العهود وتعاطفت القلوب

الله أكبر ولله الحمد . الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا .

الحمد لله الذى جعل هذا اليوم عيدا للمؤمنين وفرحة للصائمين. وأشهد أن لا إلـه إلا الله وحده لا شريك له الملك الحق المبين.  وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله صادق الوعد الأمين. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين ومن دعا بدعوته  الى يوم  الدين.

أما بعد. فيا أيها العائعدون. إتقوا الله واعملوا عملا صالحا لعلكم تفلحون. تذكروا قوله سبحانه  وتعالى وهو أصدق القائلين   : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ صدق  الله العظيم.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Segala puji hanya milik Allah, Penguasa langit dan bumi, Pencipta segala apa yang ada. Karena Dia kita ada, tanpa Dia kita bukan siapa-siapa, dan bila bukan karena Dia maka kita tidak akan mampu melakukan apa-apa. Dengan rahmat-Nya kita sambut hari ini dengan kebahagiaan, dengan rahmat-Nya kita sambut hari ini dengan penuh keceriaan. Sambil bersama-sama kita menggemakan takbir :

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hari ini adalah hari kebahagiaan, hari ini adalah hari kegembiraan, hari ini adalah hari keceriaan bagi seluruh umat beriman, khususnya bagi orang yang telah memaksimalkan ibadahnya selama bulan suci Ramadhan.

Rasulullah SAW bersabda :

للصائم فرحتان عند إفطاره وعند لقاء ربه

Artinya: Orang yang berpuasa itu memiliki dua kegembiraan dan kebahagiaan, yaitu, kebahagiaan ketika ia berbuka dan berlebaran, dan kebahagaiaan di saat dia berjumpa dengan Tuhannya.

Sungguh bahagia kita hari ini, karena telah tiba pada hari kemenangan, hari lebaran kita bersama setelah sebulan penuh kita lalui dengan perjuangan. Puasa di siang harinya, dan shalat tarawih di malam harinya. Namun kita berharap semoga kebahagiaan hari ini mengantarkan kita menemukan kebahagiaan kedua kalinya, yaitu bahagia di saat kita berjumpa dengan Allah SWT. Karena itulah, Sewajarnya pada hari ini kita saling mendoakan antara satu dengan yang lain :

تقبل الله منا ومنكم تقبل صالح أعمالنا

من العائدين والفائزين

كل عام وأنتم بخير

Ma’asyiral muslimin rahimakulullah.

Hari ini adalah hari keberkahan, hari ini adalah hari penuh karunia dan rahmat yang berlimpah dari Allah SWT. Mengapa demikian? Disebutkan dalam salah satu riwayat bahwa Rasulullah SAW bersabda :

اذا كان يوم عيد الفطر وقفت الملائكة على أبواب الطرق فنادوا : اغدوا يامعشر المسلمين الى رب كريم يمن بالخير, ثم يثيب عليه الجزيل لقد أمرتم بقيام الليل فقمتم, وامرتم بصيام النهار فصمتم, وأطعتم ربكم, فاقبضوا جوائزكم. فإذا صلوا نادى مناد : ألا ان ربكم قد غفر لكم, فارجعوا راشدين الى رحالكم. فهو يوم الجائزة (الطبرانى)

“Bila hari raya Idul Fitri telah tiba, maka para malaikat berdiri di pinggir jalan sambil menyapa orang beriman, “Bersegeralah wahai kaum muslimin menuju Tuhanmu yang Maha Mulia yang menganugerahkan sekian banyak kebaikan. (Pada apperi-perino mennang e… sininna umma sellengnge mangngolo ri Puang kaminang malaboe iya makkamasewe nasaba siyagae egana deceng). Kemudian Allah memberi pahala yang tak terhingga. Wahai orang beriman, kalian diperintahkan untuk shalat sunnah di malam harinya, kalian telah lakukan. Kalian diperintahkan untuk berpuasa di siang harinya, kalian telah tunaikan. Kalian telah tunduk dan patuh kepada Tuhanmu, karena itu, terimalah hadiahmu.

Dan bila mereka telah selesai melaksanakan shalat idul Fitri, maka ada suara yang memanggil dan menyapa mereka seraya mengatakan, “Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah mengampuni kalian, kembalilah ke rumahmu dengan penuh keberuntungan. Sebab hari ini merupakan hari penerimaan hadiah.”

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Hari ini memang hari kebahagiaan, hari ini memang hari kegembiraan dan keceriaan, namun ternyata di balik kegembiraan dan keceriaan hari ini tersimpan sebuah kesedihan yang mendalam. Mengapa? Idul fitri memang telah tiba tapi itu pertanda bahwa bulan suci Ramadhan telah pergi. Ia pergi meninggalkan kita semua dengan membawa berbagai macam kenangan yang telah kita lakukan di dalamnya. Ia pergi menghadap Allah melaporkan dirinya terkait amal ibadah yang telah kita perbuat.

Sebulan penuh telah kita lewati, suka dan duka dalam mengisi Ramadhan yang penuh berkah. Tapi yakinilah, keberkahan Ramadhan tidak diukur dan tidak terbatas pada bulan Ramadhan saja. Namun keberkahan dan kemuliaannya dilihat dari sejauh mana kita memelihara nilai-nilai Ramadhan setelah kepergiannya, yang berarti bahwa berakhirnya Ramadhan sebenarnya menjadi tanda peningkatan ketakwaan. Rasulullah SAW mengungkapkan :

من كان يومه خيرا من أمسه فهو رابح

“Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung”

ومن كان يومه مثل أمسه فهو مغبون

“Barang siapa yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang tertipu”

ومن كان يومه   شرا من أمسه فهو ملعون

“Barang siapa yang keadaannya hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang terkutuk”.

Oleh karena itu hadirin, mari kita merenungi kembali sikap dan perbuatan kita terhadap bulan suci Ramadhan. Apakah kesempatan yang diberikan Allah telah kita pergunakan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal ibadah, ataukah sebaliknya kesempatan tersebut kita sia-siakan tanpa ada makna di dalamnya. Sungguh bahagia orang yang mengisinya dengan kebaikan, dan sungguh merugi orang yang menyia-nyiakannya. Akan tetapi kitapun tidak boleh berputus asa dan berpangku tangan tanpa melakukan perbaikan sebab rahmat dan kasih sayang Allah tetap terbuka selama-lamanya.

لا تقنطوا من رحمة الله

“Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah”

Hari kemarin mungkin kita sia-siakan, namun pastikan hari-hari mendatang jauh lebih baik dengan memaksimalkan diri untuk lebih dekat kepada-Nya. Ketahuilah, seburuk apapun kita di hari yang telah berlalu, Allah senantiasa membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya bagi orang-orang yang ingin memperbaiki diri.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Karena itulah hadirin, di sinilah kita membutuhkan keistiqamahan untuk senantiasa beribadah dan menyembah kepada Allah SWT. Itulah sebabnya ada ungkapan ulama yang mengatakan :

كن ربانيا ولا تكن رمضانيا

“Jadilah manusia Rabbani bukan sekedar manusia Ramadhani”

Manusia Rabbani adalah orang yang beribadah dan menyembah Allah semata-mata karena Allah. sedangkan manusia Ramadhani adalah orang yang menyembah Allah dan beribadah kepada-Nya hanya gara-gara bulan suci Ramadhan. Pastinya bahwa Tuhan yang disembah selama bulan suci Ramadhan, itu juga yang kita sembah di luar bulan suci Ramadhan.

Karenanya, Ramadhan memang telah pergi namun Tuhannya Ramadhan selalu ada dan tidak pernah meninggalkan kita. Oleh karena itu, semoga setelah berlalunya bulan suci Ramadhan kita benar-benar menjadi manusia yang istiqamah untuk senantiasa dekat kepada Allah SWT.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Ketahuilah hadirin yang dimuliakan Allah, kemuliaan ibadah, keberkahan ibadah tidak dilihat pada saat dilaksanakannya tapi keberkahan ibadah dilihat setelah kita selesai melaksanakannya. Sebagai contoh, Rasulullah SAW bersabda ketika beliau berbicara mengenai ibadah haji, Nabi mengatakan :

الحج المبرور ليس له جزاء إلا الجنة

“Haji Mabrur tidak ada balasannya selain sorga”. Begitu mulianya haji mabrur.

Namun ada sahabat yang bertanya kepada nabi, :

يا رسول الله، ما بر الحج ؟

“Wahai Rasulullah, apa tanda-tandanya haji mabrur?”

Ternyata jawaban Rasulullah SAW mengisyaratkan bahwa tanda-tanda haji mabrur tidak dilihat pada saat pelaksanaannya namun tanda-tanda haji mabrur dilihat setelah kita melaksanakan ibadah haji. Bagaimana tandanya? Kata Nabi :

إفشاء السلام وطيب الكلام وإطعام الطعام

“Menebarkan kedamaian kepada sesame, baik tutur katanya lembut bahasanya membawa kebaikan kepada sesamanya, suka memberi makan dan selalu berbagi kebahagiaan dengan sesama”.

Maka itu berarti keberkahan dan kemuliaan ibadah tidak dilihat pada saat pelaksanaannya, namun keberkahan dan kemuliaan ibadah dilihat setelah kita melaksanakannya. Ibadah Ramadhan telah selesai kita lakukan, saatnya kita ingin memperlihatkan kepada Allah bahwa Ramadhan memang membawa keberkahan kepada kita semua. Jadilah manusia yang diberkahi dengan kehadiran Ramadhan dengan menjadi manusia yang insya Allah berusaha membawa kebaikan kepada sesamanya.

ليس العيد لمن لبس الجديد    ***      ولكن العيد لمن كانت طاعته تزيد

“Hari raya Idul Fitri tidak diukur dengan adanya pakaian baru, namun Idul Fitri diukur dengan adanya keta’atan yang semakin bertambah dan semakin baru”.

Semoga dengan berakhirnya bulan suci Ramadhan, iman dan ketakwaan kita semakin meningkat di sisi Allah SWT.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Kita beribadah selama bulan suci Ramadhan tidak ada yang kita cari kecuali ingin mendapatkan rahmat dan ridha-Nya Allah. sementara Rasulullah SAW bersabda :

رضا الله في رضا الوالدين وسخط الله في سخط الوالدين

“Ridha-Nya Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan murka-Nya Allah tergantung pada murka kedua orang tua”

Tidak ada yang kita cari selama bulan suci Ramadhan kecuali ingin mendapatkan ridha-Nya Allah. dan untuk mendapatkan ridha-Nya Allah kita mesti mendapatkan ridha kedua orang tua. Sungguh bahagia orang yang masih memiliki orang tua hari ini, sebab masih ada kesempatan untuk menatap wajah indah kedua orang tua kita, masih ada kesempatan untuk menyaksikan senyum manis kedua orang tua. Setelah kita melaksanakan shalat idul fitri hari ini datanglah menghadap kepada kedua orang tua kita, minta ridhanya, minta restunya agar ridha orang tua kita memudahkan kita mendapatkan ridha-Nya Allah SWT.

Sementara yang sudah tidak memiliki orang tua, kembalilah kepada Allah SWT, doakan orang tua kita kiranya mereka semua diberikan keselamatan oleh Allah SWT. Ingat sebuah ungkapan mengatakan, “seorang ibu mampu memelihara sepuluh orang anaknya, namun sepuluh orang anak terkadang tidak mampu memelihara seorang ibunya”. Ingat ibu kita, biar bagaimana sibuknya, biar bagaimana banyak pekerjaannya namun bila sakit anaknya, ia tinggalkan pekerjaannya hanya untuk merawat anaknya, namun terkadang ada seorang anak, sakit ibunya, sakit ayahnya, tidak pernah dia menjenguk orang tuanya hanya dengan alasan banyak pekerjaannya.

Hari ini adalah hari raya idul fitri, saatnya kita kembali dan mengingat kedua orang tua kita bahwasanya kehadiran kita hari ini, di saat kita tiba pada titik kesuksesan hari ini, semua itu tidak terlepas dari dukungan dan doa kedua orang tua kita. Semoga kita semua menjadi anak yang senantiasa berbakti kepada kedua orang tuanya.

بروا آباءكم تبركم أبناؤكم

“Berbaktilah kepada kedua orang tuamu, niscaya anak-anakmu akan berbakti kepadamu”.

Hadirin yang dimuliakan Allah. Hari raya Idul Fitri juga merupakan hari raya untuk saling bermaaf-maafan antara satu dengan yang lain. pastinya dalam kehidupan bermasyarakat ada-ada saja sikap dan perkataan kita yang pernah menyakiti dan melukai hati sesama. Karena itu, hari ini adalah saatnya kita membuka diri untuk meminta maaf, saatnya kita membuka hati untuk memberi maaf. Saling memaafkan antara satu dengan yang lain. Hilangkan segala perasaan benci dan dendam di antara sesama. Tiada gunanya pertengkaran dipelihara, tiada gunanya benci dan dendam dipertahankan.

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

“Tidak sempurna keimanan seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.

Tidak ada kehinaan bagi orang yang pertama kali mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan saudaranya seraya meminta maaf  kepadanya.  Hilangkan segala keegoisan kita, jangan menunggu orang lain datang meminta maaf. Namun buktikanlah pemberian maaf kita dengan memulai meminta maaf

إبدأ بنفسك

“Mulailah dari diri kita sendiri”

Memang mulia meminta maaf namun jauh lebih mulia memberi maaf. Memang mulia meminta maaf di kala kita bersalah. Akan tetapi jauh lebih mulia memberi maaf sekalipun yang bersalah belum datang minta maaf.. Rasulullah SAW bersabda :

ثلاثة من مكارم الأخلاق عند الله : أن تعفو عمن ظلمك وتعطي من حرمك وتصل من قطعك

“Tiga macam budi pekerti yang mendapat nilai paling tinggi di sisi Allah, yaitu : memberi maaf kepada orang yang telah menganiaya dirimu, memberi kepada orang yang telah memutuskan pemberian kepadamu, dan bersilaturrahim kepada orang telah memutuskan hubungan denganmu”.

Karena itu hadirin yang dimuliakan Allah, jadilah manusia yang selalu membuka diri untuk menebar kedamaian di antara sesama, dengan menjadi manusia yang saling memaafkan antara satu dengan yang lain. semoga keberkahan Ramadhan yang baru saja selesai kita laksanakan mengantarkan kita menjadi manusia yang benar-benar bersih dari segala macam dosa dan pelanggaran disertai dengan maaf dari sesama dan pada akhirnya kita terlahir sebagai manusia yang suci bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan dari rahim ibunya.

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

Hari ini adalah hari raya idul fitri juga merupakan hari raya kebersamaan, jagalah kebersamaan, jagalah keharmonisan di antara kita. Pastinya bahwa setiap masyarakat tentu ada perbedaannya, namun di setiap perbedaan tetap ada persamaannya. Tidak perlu memperuncing perbedaan namun kita perlu mengedepankan persamaan. Memperuncing perbedaan hanya akan berujung perpecahan. Akan tetapi mengedepankan persamaan akan menciptakan keharmonisan dan persatuan. Sementara ada ungkapan mengatakan :

البركة مع الجماعة

“Keberkahan berada dalam kebersamaan”

Semoga hari ini, menjadi kesempatan bagi kita semua untuk saling mengingatkan dan saling menguatkan antara satu dengan yang lain. Pastinya bahwa tidak salah hidup sendiri namun jauh lebih indah dan jauh lebih baik hidup bersama. Mudah-mudahan Allah senantiasa memberi semangat kepada semua untuk selalu menjaga kebersamaan.

Terakhir, hadirin yang dimuliakan Allah.

Hari raya idul fitri juga merupakan hari raya untuk saling mendoakan antara satu dengan yang lain, doakan keselamatan diri kita, doakan keselamatan orang tua kita, doakan keselamatan anak-anak kita, doakan keselamatan masyarakat kita, dan yang tak kalah penting doakan kebaikan pemerintah dan pemimpin kita.

Seorang ulama besar yang bernama al-Imam al-Fudhail ibnu ‘Iyadh pernah berkata :

لو أني أعلم أن لي دعوة مستجابة لصرفتها للسلطان

“Sekiranya saya mengetahui bahwa saya memiliki satu doa yang dijamin oleh Allah akan dikabulkan maka saya akan gunakan kesempatan itu mendoakan kebaikan pemimpin”

Beliau pun ditanya oleh salah seorang muridnya, “Ya Imam.. mengapa pemimpin yang ingin kamu doakan? Mengapa pemerintah yang ingin kamu doakan? Mengapa engkau tidak menggunakan kesempatan itu mendoakan dirimu sendiri? Beliau pun menjawab, “bila saya mendoakan  diriku maka yang akan merasakan kebaikannya hanya diriku, namun bila saya mendoakan kebaikan pemimpin dan pemerintah maka yang akan merasakan kebaikannya adalah seluruh masyarakat.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Akhirnya, marilah kita sama-sama menundukkan kepala dengan menghadapkan wajah dan hati kita kepada Allah seraya kita berdoa kepada-Nya, semoga Ramadhan yang baru saja kita selesai beribadah di dalamnya bukan Ramadhan terakhir bagi kita semua. Semoga Ramadhan kali ini mengantarkan kita untuk kembali berjumpa dengan bulan suci Ramadhan tahun berikutnya. Semoga hari ini menjadi saksi nyata akan harapan dan komitmen kita untuk terus memperbaiki diri sehingga kita senantiasa dirahmati dan diberkahi oleh Allah, sehingga selama sebelas bulan mendatang, kita menjadi umat Nabi Muhammad yang benar-benar siap menyambut kedatangan Ramadhan tahun berikutnya.

Ya Allah… kayakanlah kami dengan ilmu pengetahuan, hiasilah kami dengan kelembutan hati, muliakanlah kami dengan ketakwaan serta perindahlah kami dengan kesehatan yang baik, berkat rahmat-Mu wahai Allah Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الله اكبر x 3  لا اله الا الله والله اكبر. الله اكبر ولله الحمد

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الأيات والذكر الحكيم وتقبل الله مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم. أقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم وللمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات. فاستغفروه انه هو الغفور الرحيم

***

(KHUTBAH KEDUA) الخطبة الثانية

الله اكبر 7  x  لا اله الا الله والله اكبر . الله اكبر ولله الحمد , الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا , لا اله الا الله والله اكبر , الله اكبر ولله الحمد

فسبحان الله حين تمسون وحين تصبحون , وله الحمد في السموات والأرض وعشيا وحين تظهرون , يخرج الحي من الميت ويخرج الميت من الحي , ويحيى الأرض بعد موتها وكذلك تخرجون . الله اكبر 3  x، سبحان من حضعت له رقاب الجبابرة والكبراء , وانتقم من الظالمين بعدله للمظلومين من عباده الضعفاء . سبحان من تنزه عن الفحشاء , سبحان من أحاط علمه بجميع الأشياء , سبحان من يغير ولا يتغير , سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين .

الحمد لله الذي يحقق رجاء من أمله ويجيب دعاء من ابتهل اليه وأمله . اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله أرسله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره الكافرون . صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا “أما بعد”

فيا عباد الله , اتقوا الله وصلوا على رسول الله. ان الله وملائكته يصلون على النبي يآايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما . اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد في الأولين والآخرين وفي الملاء الأعلى الى يوم الدين.

اللهم ارض عن الخلفاء الراشدين : أبي بكر وعمر وعثمان وعلي , وارض اللهم عن سيدنا الحسن وسيدنا الحسين وعن امهما فاطمة الزهراء وعن جدتهما خديجة الكبرى وعن بقية الصحابة والقرابة والتابعين لهم بإحسان الى يوم الدين . وارض عنا معهم يا رب العالمين .

اللهم انصر الإسلام والمسلمين ودمر أعدائك أعداء الدين . اللهم آمنا في دورنا واصلح ولاة أمورنا ووفق حكامنا وزعمائنا الى ما فيه صلاح العباد والبلاد

اللهم الف بين قلوبهم واصلح ذات بينهم واهدنا وإياهم الى سبيل الرشاد . اللهم حبب الينا الإيمان وزينه في قلوبنا وكره الينا الكفر والفسوق والعصيان , واجعلنا من الراشدين.

اللهم انا نسألك موجبات رحمتك وعزائم مغفرتك والسلامة من كل إثم والغنيمة من كل بر والفوز بالجنة والنجاة من النار . اللهم اخرجنا من الظلمات الى النور وارزقنا عملا صالحا وتجارة لن تبور , يا عالم ما في الصدور

اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات انك سميع قريب مجيب الدعوات ويا قاضي الحاجات برحمتك يا ارحم الراحمين

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار , آمين يا رب العالمين

عباد الله، ان الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتاء ذى القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون . فاذكروا الله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم واسألوه من فضله يعطكم ولذكر الله اكبر والله يعلم ما تصنعون.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته


[1] Disampaikan pada pelakasanaan Hari Raya Idul Fitri di Masjid al-Markaz al-Islamy Jend. M. Jusuf Makassar, 1 Syawal 1447 H.

Kolaborasi Bank Mega Syariah, Masjid Al Markaz Makassar Gelar Festival Bedug

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Masjid Al Markaz Al Islami Makassar kembali menghadirkan kemeriahan Ramadhan melalui Festival Bedug yang berlangsung pada 18–19 Maret 2026 di panggung utama Plaza Al Markaz Al Islami. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian “Kemilau Ramadhan” yang memadukan nuansa religius dengan kekayaan seni budaya Islam, sekaligus menjadi ajang silaturahmi masyarakat dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Tak hanya Festival Bedug, panitia juga menggelar lomba Senandung Asmaul Husna antar Majelis Taklim. Kedua agenda ini menjadi sorotan utama karena menggabungkan kreativitas seni dengan penguatan nilai-nilai spiritual melalui lantunan dzikir dan irama bedug yang menggugah.

Festival Bedug diikuti oleh enam peserta yang berasal dari sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kota Makassar. Sementara itu, lomba Senandung Asmaul Husna diikuti oleh delapan Majelis Taklim dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut dan memeriahkan bulan suci Ramadhan.

Koordinator Pelaksana Lomba, Darul Aqsa, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan syiar Islam dengan pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta menjadi wadah ekspresi seni religi masyarakat,” ungkapnya.

Dukungan penuh dari Bank Mega Syariah sebagai sponsor utama turut menyukseskan acara ini. Bentuk dukungan tersebut antara lain melalui penyediaan hadiah uang tunai dengan total puluhan juta rupiah bagi para pemenang. “Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung kegiatan positif berbasis syariah dan pemberdayaan umat,” ujar Taufan, dari Bank Mega Syariah.

Sinergi antara Masjid Al Markaz Al Islami dan Bank Mega Syariah menunjukkan kesamaan visi dalam mengembangkan syiar Islam melalui pendekatan seni dan budaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri kreatif di Sulawesi Selatan dengan tetap mengedepankan inovasi digital serta pelibatan komunitas lokal.

Melalui Festival Bedug dan lomba Senandung Asmaul Husna ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap ajaran Islam semakin mengakar di tengah masyarakat. Panitia pun berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di masa mendatang dengan skala yang lebih besar dan partisipasi yang semakin luas. (*)

Buka Puasa di Al-Markaz: Menjamu Ribuan Jamaah dalam Tradisi Ramah Lingkungan

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali menegaskan perannya sebagai episentrum Amaliah Ramadan di Sulawesi Selatan. Tahun ini, masjid ikonik tersebut secara konsisten menggulirkan program pembagian buka puasa dengan target 1.000 porsi takjil dan santap malam setiap harinya.

Bukan sekadar berbagi, manajemen distribusi yang diterapkan tahun ini terbilang sangat rapi dan terstruktur. Sebelum azan Magrib berkumandang, para jamaah diarahkan sudah duduk rapih di teras masjid untuk menikmati menu takjil. Setelah menikmati takjiil buka puasa, jamaah kemudian melaksanakan Shalat Magrib secara berjamaah.

Koordinator Buka Puasa, Multazam A. Mukminin menjelaskan bahwa ketertiban menjadi prioritas utama. Usai menunaikan salat Magrib berjamaah, para jamaah kemudian diberi kupon berbuka puasa untuk dapat langsung ditukarkan dengan paket makan malam.

“Sistem kupon ini kami terapkan untuk memastikan pembagian makanan berlangsung tertib, merata, dan menghargai kenyamanan seluruh jamaah,” ujarnya

Di balik kemegahan sajian tersebut, terdapat tim dapur yang bekerja spartan. Satu juru masak utama memimpin sebelas personel di bagian produksi, sementara enam petugas lainnya didedikasikan khusus untuk meracik dan membungkus takjil.

Hal yang membuat program tahun ini terasa lebih “berkelas” dan visioner adalah keberanian panitia dalam menekan jejak karbon. Al-Markaz secara sadar meninggalkan penggunaan kemasan plastik seperti boks atau mika, dan beralih ke pembungkus kertas yang dilapisi daun pisang.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. panitia ingin memastikan bahwa ibadah di bulan suci tidak meninggalkan beban sampah plastik yang sulit terurai bagi bumi.

“Kami menghindari plastik secara sengaja. Dengan kemasan daun dan kertas, selain lebih higienis dan memberikan aroma khas, sisa kemasannya jauh lebih ramah lingkungan dan tidak menumpuk menjadi limbah abadi,” tegas Multazam.

Program buka puasa di Masjid Al-Markaz Al-Islami tahun ini pun bertransformasi menjadi potret ideal sebuah kegiatan keagamaan: sebuah perpaduan antara kepedulian sosial, manajemen yang mumpuni, serta komitmen menjaga kelestarian alam. (*)

Peserta Karantina Qur’ani Al-Markaz Pecah Rekor

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Sebanyak 160 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti program Karantina Qur’an yang diselenggarakan oleh Pemuda Al-Markaz di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi sekaligus rekor baru partisipasi peserta sepanjang penyelenggaraan program ini.

Lonjakan peserta tahun ini tergolong signifikan. Jika menilik data tiga tahun terakhir, jumlah peserta sempat berada di angka 100 orang, kemudian menyusut menjadi 90 orang, dan menyentuh titik terendah pada 2025 dengan 80 orang. Kehadiran 160 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk mendalami pembinaan Al-Qur’an secara intensif.

Ketua Pemuda Remaja (PRIMA) Al-Markaz, Farhan Syahrir, menjelaskan bahwa Karantina Qur’an tahun ini difokuskan pada penguatan kualitas bacaan (tahsin), hafalan (tahfidz), serta pembentukan karakter. Selama masa karantina, para peserta menjalani agenda terstruktur, mulai dari setoran hafalan, murojaah bersama, hingga kajian motivasi keislaman yang dibimbing langsung oleh para ustaz dan ustazah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian YIC Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd, didampingi Sekjen Arman Arfah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam sambutannya, Mustari mengapresiasi semangat para peserta yang begitu besar.

“Saya merasa terharu dengan antusiasme peserta. Saya optimis kegiatan ini menggambarkan masa depan umat yang cerah,” ujar Mustari.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah memercayakan anak-anak mereka untuk dibina di Karantina Qur’ani. Menurutnya, hal ini menunjukkan kesadaran kolektif dalam mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh secara spiritual, atau generasi rabbaniah.

Peningkatan jumlah peserta ini menjadi indikator kuat tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an yang terukur. Program ini merupakan bentuk komitmen Masjid Al-Markaz dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Lebih dari itu, kesuksesan acara ini menegaskan peran strategis Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Masjid tidak lagi sekadar menjadi tempat ruku dan sujud, melainkan pusat peradaban yang mengemban misi pendidikan (tarbiyah), dakwah, dan muamalah bagi umat, khususnya generasi muda.

Dengan rekor 160 peserta, pengelola berharap Karantina Qur’an terus berkembang menjadi program unggulan yang memperkuat posisi Masjid Al-Markaz Al-Islami sebagai pusat peradaban dan pengkaderan generasi Qur’ani di Kota Makassar. (*)

Bank BJB Sponsor Utama Bazar Ramadan Al-Makassar Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Kegiatan bazar Ramadan Masjid Al-Markaz Al-Islami  Makassar kembali digelar dengan semarak pada Ramadhan 1447 tahun ini. Bazar menghadirkan berbagai produk unggulan masyarakat serta menjadi ruang interaksi ekonomi yang dinamis selama bulan suci.

Dalam pelaksanaannya tahun ini yang dimulai Rabu (18/3/2026), Bank BJB tampil sebagai sponsor utama, di samping beberapa sponsor pendukung lainnya. Bank BJB memperkuat nilai kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha lokal. Bazar UMKN Al-Markaz akan berlangsung hingga malam Lebaran nantinya.

Bazar yang berlangsung di tengah antusiasme masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner khas Ramadan, busana muslim, hingga kerajinan tangan lokal yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.

Keterlibatan Bank BJB sebagai sponsor utama menjadi salah satu sorotan penting dalam kegiatan ini. Dukungan tersebut dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya di momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Selain itu, kehadiran Bank BJB juga membuka peluang literasi keuangan dan akses layanan perbankan bagi para pelaku usaha yang terlibat.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya selama bazar berlangsung, tetapi juga dalam jangka panjang bagi penguatan ekosistem UMKM.

“Peran sponsor utama sangat krusial, terutama dalam memastikan kegiatan berjalan optimal sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta. Dukungan Bank BJB menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan bazar yang lebih berkualitas,” ujar Hamrun, Koordinator Bazar Ramadhan 1557 H.

Sementara itu, para pelaku UMKM mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini, baik dari sisi pemasaran maupun peningkatan jaringan usaha. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak.

Dengan sinergi antara penyelenggara, pelaku usaha, dan dukungan sektor perbankan, bazar Ramadan ini tidak hanya menjadi perayaan ekonomi musiman, tetapi juga simbol kebangkitan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*)

Besok, Penulis Best Seller Ahmad Rifa’i Rif’an Tampil di Al-Markaz Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Penulis nasional best seller Ahmad Rifa’i Rif’an dijadwalkan mengisi kegiatan Book Talk bertajuk Ngaji Literasi pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf.

Kegiatan literasi tersebut akan dilaksanakan di lantai 2 masjid setelah pelaksanaan shalat Dhuhur dan terbuka secara gratis untuk masyarakat umum. Panitia menargetkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, santri pesantren, hingga masyarakat umum pecinta buku.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi Perpustakaan Masjid Al-Markaz Makassar bersama Gramedia, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Makassar, serta Kementerian Agama Kota Makassar.

“Hal ini sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sekaligus mendukung posisi masjid sebagai pusat peradaban ilmu, bukan hanya tempat ibadah ritual,” ujar Hasan Pinang, KKepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Makassar.

Panitia menyebut kehadiran Ahmad Rifa’i Rif’an diharapkan dapat memberikan motivasi menulis dan membaca, sekaligus menumbuhkan tradisi diskusi buku di kalangan generasi muda. Penulis yang dikenal produktif dengan berbagai buku pengembangan diri tersebut akan berbagi pengalaman kepenulisan, proses kreatif melahirkan karya best seller, hingga praktik membedah buku secara interaktif bersama peserta.

Dalam sesi dialog, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi langsung, mengajukan pertanyaan, serta mendapatkan tips membangun kebiasaan membaca yang konsisten dan produktif di tengah era digital.

Selain sesi talkshow, pengunjung dapat mengikuti bazar buku dengan potongan harga 15 persen khusus untuk karya-karya penulis. Promo tersebut berlaku bagi 200 pendaftar pertama. Pihak Gramedia juga memberikan diskon khusus pembelian buku lainnya di lokasi bazar. “Kami akan berikan diskon spesial untuk pembelian buku di lokasi acara,” kata Yuda dari Gramedia.

Panitia berharap masyarakat luas bisa memanfaatkan kesempatan ini, terutama kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, santri pesantren. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara dunia literasi, pendidikan pesantren, dan masyarakat kota dalam membangun budaya membaca berbasis masjid. (*)

“Siapa Sekolah Paling Literat di Makassar? Buktikan Nyalimu di Ngaji Literasi Al-Markaz!”

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Siapa bilang anak muda Makassar hanya jago kandang? Saatnya membuktikan dalam kompetisi mengukir peradaban dari Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Daeng Makassar, untuk mengasah nalar menjemput masa depan. Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar bekerjasama dengan Gramedia FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) dan Kementerian Agama Kota Makassar, menghadirkan kompetisi dalam ajang “NGAJI LITERASI: Membaca Dunia, Menulis Peradaban”.

Bukan sekadar ajang adu bakat biasa, kompetisi ini menjadi panggung pembuktian bagi generasi milenial dan Gen Z Makassar bahwa literasi adalah senjata utama dalam membangun peradaban, bukan sekadar hobi di atas kertas.

Panitia telah menyiapkan tiga cabang lomba yang menuntut keberanian berpikir kritis dan kecakapan berkomunikasi, yaitu debat Bahasa Inggris, ceramah Bahasa Inggris dan lomba menulis cerpen. Debat Bahasa Inggris untuk menguji ketajaman logika dan kemampuan argumentasi dalam isu-isu global. Ceramah Bahasa Inggris sebagai wadah syiar modern yang memadukan kemampuan bahasa dan penguasaan nilai-nilai adab. Sedang lomba menulis cerpen sebagau ruang kreativitas bagi mereka yang ingin mengubah dunia lewat kekuatan narasi.

“Kita tidak butuh generasi yang hanya pintar di bangku kelas. Kita butuh anak muda yang berani berbicara, tajam dalam berpikir, dan memiliki adab yang kuat. Di sinilah tempatnya kalian membuktikan diri,” kata Muannas, Kepala Sekretariat YIC Al-Markaz Al-Islami.

Kabar terbaiknya, seluruh rangkaian kompetisi ini diselenggarakan secara gratis. Meski tanpa biaya pendaftaran, hadiah yang disiapkan cukup menarik. Para jawara akan membawa pulang antara lain Voucher belanja Gramedia untuk mendukung koleksi buku peserta, Goodie bag eksklusif dan sertifikat sebagai bukti prestasi di tingkat kota.

Pendaftaran lomba dibuka singkat selama sepuluh hari, 1 – 10 Februari 2026. Adapun pelaksanaan lomba dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Februari 2026. Semua lomba digelar di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Muannas berharap, generasi milenial dan Gen Z Makassar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dan menjadi bagian dari sejarah baru pelajar Makassar yang literat dan berkarakter.

Untuk mendaftar, bisa langsung klik tautan pendaftaran di

https://bit.ly/NgajiLiterasiAl-Markaz

Puncak acara ini akan digelar 14 Februari 2026 dalam sesi Book Talk menghadirkan penulis nasional, Ahmad Rifa’i Rif’an. Rifa’i adalah penulis buku-buku pengembangan diri Islami yang dikenal dengan gaya tulisannya yang jujur, membumi, dan relevan dengan keresahan anak muda hingga dewasa. Salah satu bukunya yang terbaru, “Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Sama Saja”.

Ribuan Jamaah Istighosah Nisfu Syaban di Masjid Al-Markaz  Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Ribuan umat Muslim memadati Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, untuk melaksanakan istighosah malam Nisfu Sya’ban, Senin (2/2/2026). Mereka melakukan zikir dan doa bersama penuh kekhusyukan

Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi dengan kehadiran tak kurang dari 7.000 orang. Menariknya, jamaah ini didominasi oleh kaum milenial yang memenuhi lantai 2 hingga lantai 3 masjid terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Setelah itu, suasana masjid menjadi syahdu saat jamaah bersama-sama membacakan Surah Yasin sebanyak tiga kali, yang disusul dengan zikir dan doa bersama hingga memasuki waktu salat Isya.

Prosesi zikir dan doa ini dipimpin langsung oleh imam Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, yakni KH Hasan Basri Ahmad KH Musryidin Hamid dan KH Hasan Basri Arfah. Jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, memohon ampunan dan keberkahan di malam yang diyakini penuh rahmat tersebut.

Usai salat Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiah yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, MA, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Dalam ceramahnya, Prof. Rauf menekankan bahwa Nisfu Sya’ban bukanlah malam biasa, melainkan momentum besar sebagai syiar Islam.

Dia menjelaskan bahwa menghormati malam ini merupakan indikator ketaqwaan seseorang sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an. “Nisfu Sya’ban adalah malam yang sangat luar biasa. Ini adalah sebuah syiar Islam di mana berdasarkan Al-Qur’an, Allah mengatakan bahwa siapa yang menghormati syiar Islam, maka itu menjadi indikator kekuatan ketaqwaan yang kita miliki,” ujar Prof. Rauf Amin di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga memberikan pandangan mendalam mengenai keagungan malam ini jika dibandingkan dengan Lailatul Qadr dari sisi kepastian waktunya. “Malam ini malam sangat agung. Bahkan ini lebih penting dari Lailatul Qadr dalam konteks kepastiannya, karena Lailatul Qadr tidak tentu waktunya, sedangkan Nisfu Sya’ban sudah ditentukan waktunya. Narasi tentang Nisfu Sya’ban sangat jelas keistimewaannya,” tambahnya.

Mengakhiri tausiahnya, Prof. Rauf mengingatkan agar umat Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Menurutnya, malam Nisfu Sya’ban adalah malam curahan kasih sayang Allah SWT. Ia mengatakan bahwa sangat disayangkan jika seorang Muslim yang diberi kesempatan untuk dipertemukan dengan Nisfu Sya’ban namun tidak mengapresiasinya.

“Malam nisfu syaban adalah malam rahmat. Inilah yang kita mau raih pada malam ini,” pungkasnya.

Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Masjid Al-Markaz terpantau tertib meskipun dipadati oleh ribuan kendaraan jamaah. Bahkan, ratusan jamaan lainnya bertahan di masjid hingga tengah malam untuk melaksanakan salat qiyamullail. (*)

Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Rayakan Milad ke-30 Secara Sederhana

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf Makassar memperingati milad ke-30 secara sederhana pada Senin malam, 12 Januari 2026.. Meski digelar sederhana, peringatan ini berlangsung penuh khidmat

Momentum milad diisi dengan  doa dan zikir bersama pengurus dan jamaah. Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan masjid kebanggaan Sulawesi Selatan yang pendiriannya diprakarsai oleh mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, Jenderal (Purn) M. Jusuf, pada akhir tahun 1994. Masjid ini diresmikan pada 12 Januari 1996 dan sejak itu menjadi pusat ibadah, dakwah, Pendidikan, muamalah dan aktivitas keumatan di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan milad diawali dengan munajat dan zikir bersama usai Salat Magrib yang dipimpin oleh tim imam lengkap Masjid Al-Markaz Al-Islami, Imam Besar Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, M.Ag., yakni KH Hasan Basri Ahmad, Dr. KH Masykur Yusuf, KH Hasan Basri Arfah, KH Mursidin Abd. Hamid. Zikir berlangsung khusyuk hingga menjelang Salat Isya.

Para pengurus masjid turut hadir, di antaranya Ketua Harian Prof Dr Mustari Mustafa, M.Pd., Sekretaris Jenderal Arman Arfah, Dewan Pengawas Najamuddin Madjid, serta para pengurus Badan Pengelola Harian (BPH) dan unit-unit di lingkungan Masjid Al-Markaz Al-Islami.

Usai pelaksanaan Salat Isya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini menjadi penutup perayaan milad ke-30 Masjid Al-Markaz Al-Islami, sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual untuk memperkuat peran masjid dalam membina umat dan menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan bangsa. (*)

Peduli Sumatera, Jamaah Jumat Al-Markaz Makassar Kirim Donasi Rp 10 Juta

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Gelombang solidaritas untuk korban bencana alam di Pulau Sumatera terus mengalir dari berbagai penjuru tanah air, tak terkecuali dari Kota Makassar. Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf kembali menunjukkan peran sentralnya sebagai pusat kemanusiaan dengan menggalang donasi spontan dari jamaah usai pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, (5/12).

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, pengurus mengajak jamaah untuk berdonasi demi membantu korban bencana banjir dan tanah longsor  di Sumatera. Penggalangan dana itu dipimpin langsung Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami,  Prof. Dr. KH. Muammar Bakry. Di hadapan jamaah Jumat, Prof. Muammar mengajak jamaah untuk memperkuat solidaritas terhadap para korban. Ia menyebut bahwa musibah di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, telah menelan 800 lebih korban jiwa dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

“Tentu kita sudah mengetahui musibah yang amat dahsyat, khususnya di Sumatera dan sekitar Aceh. Karena itu, mari kita memperkuat solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.

Dalam aksi cepat tanggap tersebut, terkumpul dana tunai sebesar Rp 10.000.000. Pihak Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami memutuskan untuk langsung menyalurkan dana tersebut melalui Palang Merah Indonesia (PMI) pada hari yang sama, tanpa penundaan, agar secepatnya bisa dimanfaatkan untuk membantu korban.

Penggalangan dana ini merupakan respons langsung atas kondisi memprihatinkan yang menimpa wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Seperti diketahui, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan Sumatera telah melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Kerusakan infrastruktur dan sulitnya akses logistik di lokasi bencana menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, bantuan dana tunai yang cepat sangat dibutuhkan untuk pengadaan kebutuhan mendesak para pengungsi, seperti makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan.

Muammar berharap, bantuan yang dikumpulkan di Masjid Al-Mrkaz Al-Islami Makassar dapat turut menjadi penguat bagi masyarakat terdampak bencana alam di pulau Sumatera. “Mudah-mudahan apa yang kita donasikan meringankan beban saudara-saudara kita di sana dan Insyaallah Allah menggantikan yang terbaik dari apa yang hilang,” tambahnya.

Sebelum melakukan penggalangan dana, Prof Muammar juga memimpin salat gaib untuk para korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor Sumatera. Tampak ribuan jamaah Shalat Jumat turut serta melaksanakan salat gaib. (*)

Follow us

0FansSuka
3,910PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest news