Senin, Mei 25, 2026
Google search engine
Beranda blog Halaman 3

Yuk Ikut Fun Run Al-Markaz, Lari Sehat Penuh Berkah dan Rebut Hadiah Menariknya!

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Jika Anda sedang mencari kegiatan seru, sehat, dan penuh berkah, maka Al-Markaz Hijab Fun Run jawabannya. Ajang ini digelar Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 H.

Al-Markaz Hijab Fun Run bukan sekadar lomba biasa. Event ini merupakan perayaan gaya hidup sehat yang menyatu dengan nilai-nilai syariat. Acara ini akan digelar pada Ahad, 29 Juni 2025 mulai pukul 05.30 WITA, bertempat di Lapangan Parkir Timur Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jl. Jend. M. Jusuf Makassar.  

Panitia menetapkan biaya pendaftaran hanya Rp175.000, dimana peserta akan mendapatkan jersey keren, medali, snack & drink, racepack, dan foto race gratis. Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan memenangkan berbagai doorprize menarik, mulai dari motor listrik, sepeda,  kipas angin, televisi, dan banyak hadiah menarik lainnya.

Menurut Muannas, panitia pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebt ahir dari semangat menjadikan olahraga sebagai bagian dari ibadah dan gaya hidup Islami.  

“Kami ingin menunjukkan bahwa fun run bisa dinikmati semua kalangan, termasuk perempuan berhijab dan keluarga muslim. Ini bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang kebersamaan, syiar, dan hidup sehat Bersama menyambut Tahun Baru Islam 1447 H,” ungkapnya.

Untuk event kali ini, panitia tidak hanya menyiapkan banyak hadiah hiburan, melainkan juga menyiapkan podium juara. Bagi pelari dengan catatan waktu tercepat, akan diberikan hadiag masing-maisng yakni Rp1.500.000 untuk podium pertama, Rp1.000.000 untuk podium kedua, dan Rp750.000 untuk podium ketiga.  

Event ini didukung oleh berbagai mitra Al-Markaz, diantaranya Pemerintah Kota Makassar, Bank Mandiri, Fit Hub, Hydro Coco, KIN Yogurt, Klinik Parakita dan PT Vale serta juga media partner Lagi Lari dan RAZ FM. Bagi Anda yang tertarik untuk bergabung, cukup daftar melalui tautan berikut:

https://bit.ly/AlmarkazHijabFunRun2025

Atau hubungi panitia lewat WhatsApp di 0811-422-292 untuk informasi lebih lanjut.

Jangan lewatkan kesempatan ini! Ajak keluarga, sahabat, atau komunitas Anda dan rasakan sensasi lari bersama dalam balutan nilai Islami yang hangat dan menyenangkan. (*)

Salat Idul Fitri di Al-Markaz Makassar: Khatib dan Imam Bertaraf Internasional

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar kembali menjadi pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H/ 2025 M. Tahun ini, masjid megah yang menjadi ikon kebanggaan Sulawesi Selatan ini menghadirkan tokoh-tokoh ternama sebagai khatib dan imam.

Salat Id akan diisi dengan khutbah dari Prof. dr. A. Husni Tanra, Ph.D., seorang akademisi dan tokoh berpengaruh yang menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Alumni Jepang (PERSADA). Ia juga merupakan Chairman of Hiroshima University Makassar Alumni Association sejak 2011 serta aktif sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dan Direktur RS Ibnu Sina Makassar.

Sementara itu, posisi imam akan dipimpin oleh Drs. K.H. Hasan Basri Ahmad, seorang qari internasional yang telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara 1 MTQ Internasional di Mekah, Arab Saudi, pada tahun 1982.

Sebagai salah satu masjid termegah di Asia Tenggara, Masjid Al-Markaz Al-Islami selalu menjadi magnet bagi ribuan jamaah saat Idul Fitri. Setiap tahunnya, lebih dari 10 ribu jamaah memadati area masjid hingga meluber ke jalan-jalan sekitar, menciptakan suasana yang penuh syiar dan kebersamaan.

Farouk M. Betta

Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Al-Markaz Al-Islami 1446 H, Farouk M. Betta, mengingatkan jamaah yang salat di luar area masjid agar tetap memperhatikan arah kiblat.

“Kami mengimbau warga yang melaksanakan salat di luar masjid agar tetap memperhatikan arah kiblat, bukan mengikuti arah jalan,” ujarnya.

Salat Id di Masjid Al-Markaz bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga momen untuk mempererat ukhuwah Islamiyah. Bagi masyarakat Makassar dan sekitarnya, inilah kesempatan untuk merasakan kemegahan dan keberkahan Idul Fitri di salah satu masjid terbesar di Indonesia. (*)

Ceramah Tarawih di Al-Markaz, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Ungkap 4 Kerusakan Judi Online

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, tampil membawakan ceramah tarawih di hadapan ribuan masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, Sabtu 8 Juli 2025. Ia membahas fenomena judi online, yang merusak kehidupan dan kualitas ibadah.

” Judi online membawa dampak yang sangat merusak bagi kehidupan kita. Bukan hanya dari segi materi dan sosial, tetapi yang paling berbahaya adalah kerusakan iman yang dapat terjadi.,” kata Rizki.

Berikut ini, 4 kerusakan yang ditimbulkan judi online, yang dijelaskan Rizki dalam ceramahnya.

1. Kerusakan Spiritual dan Iman

Judi online dapat merusak ketenangan jiwa seseorang. Alasannya, kata dia, seseorang yang sedang berusaha fokus dalam ibadah Ramadan, tiba-tiba terjebak ingin kembali ke permainan judi online. Alih-alih fokus berdoa dan memperbanyak bacaan Al-Qur’an, pikirannya terganggu oleh hasrat untuk memenangkan permainan. Ini adalah gangguan yang sangat besar dalam hubungan kita dengan Allah.

2. Kerusakan Ekonomi

Judi online bisa menyebabkan kerugian materi yang sangat besar. Tidak sedikit orang yang terjerat dalam perputaran judi online dan akhirnya kehilangan segala harta yang mereka miliki. Mereka mulai dengan taruhan kecil, namun karena ketidakmampuan untuk berhenti, mereka terus bermain dan kehilangan lebih banyak uang. Hal ini menyebabkan mereka terjerumus ke dalam hutang, bahkan tidak jarang menyebabkan masalah ekonomi dalam keluarga dan mengakibatkan keretakan dalam rumah tangga.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, saat ceramah tarawih di hadapan ribuan masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, Sabtu 8 Juli 2025.

3. Kerusakan Sosial dan Keluarga

Judi online tidak hanya merusak individu, tetapi juga merusak hubungan sosial dan keluarga. Seorang yang kecanduan judi online akan menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain, mengabaikan kewajiban terhadap keluarga dan teman-teman. Ini menyebabkan perpecahan dalam hubungan keluarga dan bisa berujung pada perceraian, pertengkaran, dan kehancuran rumah tangga.

4. Kehilangan Kehormatan dan Moralitas

Judi online juga memiliki dampak yang sangat buruk terhadap moralitas seseorang. Terjebak dalam judi dapat membuat seseorang kehilangan harga diri dan moralitas. Mereka yang sudah kecanduan judi online sering kali merasa malu, berbohong, dan bahkan terlibat dalam perbuatan tidak terhormat untuk mendapatkan uang demi berjudi.

Rizki menjelaskan, bahwa parahnya tingkat kerusakan seseorang karena judi online, telah diperingatkan Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 219 bahwa khamar (minuman keras) dan maisir (judi) merupakan dosa besar yang harus dijauhi.

”Sebagai muslim yang taat, kita harus bijak dalam menggunakan teknologi. Jangan digunakan untuk judi online. Manfaatkanlah kemajuan teknologi ini untuk hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah,” tandasnya.

Usai melaksanakan Salat Tarawih, Rizki Ernadi Wimanda berkesempatan meninjau Bazar Ramadhan Masjid Al-Markaz Al-Islami yang berada di parkiran timur masjid. Ia ikut berdesakan menembus padatnya ribuan pengunjung bazar, untuk melihat langsung aktifitas ekonomi rakyat. Tampak Rizki didampingi Sekretaris Umum Yayasan Islami Center Al-Markaz Al-Islami Arman Arfah, Imam Besar Masjid Al-Markaz KH Muammar M. Bakry, Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan Farouk M. Betta, Ketua Bazar Hamrun dan sejumla pengurus lainnya. (*)

Bertemu Pengurus Al-Markaz, Wagub Sulsel Sampaikan Dukungan Amaliyah Ramadhan

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Hj. Fatmawati Rusdi, bertandang ke Kantor Masjid Al-Markaz Al-Islami, Selasa (4/3/2025). Selain mempererat silaturrahim, kunjungan tersebut juga sebagai bentuk dukungan untuk kegiatan amaliyah Ramadhan di masjid kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut.

Sebelum melakukan pertemuan informal dengan pengurus Yayasan Islamic Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Wagub Fatmawati menghadiri acara Kick Off Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di pelataran parkir timur Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Kunjungan wagub disambut dengan hangat oleh para pengurus Masjid Al-Markaz yang turut serta dalam diskusi mengenai berbagai program keagamaan yang dilaksanakan selama Ramadhan.  Tampak hadir menerima kunjungan Wagub Fatmawati yakni Ketua Harian YIC Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd, Imam Besar Masjid Al-Markaz, Prof. Dr. KH. Muammar M.Bakry, :c, M.Ag., Ketua Panitia Amaliyah Ramadhan, Farouk M. Betta, MM, dan sejumlah pengurus teras YIC Al-Markaz Al-Islami.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah dan pengurus masjid, terutama selama bulan suci Ramadhan. Ketua Harian Yayasan Al-Markaz Al-Islami, Prof. Mustari Mustafa, mengapresiasi kunjungan Wakil Gubernur Sulsel itu dan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat syiar Islam di Sulawesi Selatan.

“Terima kasih kepada Ibu Wakil Gubernur yang telah meluangkan waktu berkunjung ke Kantor Masjid Al-Markaz Al-Islami. Kehadiran beliau merupakan dukungan besar bagi kami dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, khususnya di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasinya terhadap program-program Amaliah Ramadhan yang akan digelar oleh Masjid Al-Markaz. Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan tersebut, termasuk menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an serta menyediakan buka puasa bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

“Ibu Wagub berkenan hadir nantinya, InsyaAllah pada saat Nuzulul Qur’an di Masjid Al-Markaz dan beliau akan memberi buka puasa kepada jamaah serta masyarakat sekitar masjid,” ungkap Ketua Panitia Amaliah Ramadhan, Farouk M. Betta, yang juga Ketua Badan Zakat Infaq Sedekah Wakaf (ZISWAF) Al-Markaz Al-Islami.

Kunjungan ini semakin memperkuat posisi Masjid Al-Markaz Al-Islami sebagai pusat kegiatan keislaman dan sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, terutama dalam memeriahkant bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. (*)

Al-Markaz Al-Islami Makassar Gelar Nisfu Sya’ban sebagai Perwujudan Wasathiyah Islamiyah

0
Penulis : Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, M.Ag

SYA’BAN adalah bulan kedelapan dari kalender Qamariyah atau Hijriyah. Dinamakan Sya’ban berakar dari kata Sya’ab (suku/bangsa), karena masyarakat arab ketika itu menjadikan Sya’ban sebagai bulan konsolidasi kekuatan dalam mempersiapkan perang setelah terjadi gencatan senjata di bulan Rajab yang dimuliakan sebagai bulan yang disepakati untuk tidak ada pertumpahan darah.

Bagi kita bangsa Indonesia, tidak ada salahnya Bulan Sya’ban tahun ini dijadikan sebagai momentum bulan konsolidasi kebangsaan setelah kita helat pilkada serentak yang telah menghasilkan kepemimpinan di tingkat provinsi, kota dan kabupaten.

Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan istimewa karena diapit dua bulan yang amat mulia, yakni Rajab dan Ramadhan. Keistimewaan Sya’ban paling tidak ada pada tiga sebab; Pertama, peralihan kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram. Kedua, rekapitulasi tahunan amalan manusia untuk dilaporkan kepada Allah swt. Dalam hadis Annasa’i Rasulullah saw menyebut bahwa beliau banyak berpuasa di bulan Sya’ban karena senang jika amalnya dilaporkan kepada Allah swt dalam keadaan berpuasa. Ketiga, turunnya ayat tentang anjuran salawat kepada Rasulullah saw, yaitu Surat al-Ahzab ayat 56 sebagai berikut (Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi, Hai orang-orang yang beriman, salawatlah kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya). Karena itu juga, Sya’ban digelar juga dengan bulan Nabi Muhammad saw, sebelumnya Rajab adalah bulan Allah, dan Ramadhan adalah bulannya umat Nabi Muhammad saw. Demikian beberapa riwayat yang menjelaskan itu.

Selain tiga alasan keistimewaan Sya’ban di atas, juga ada malam khusus dan mulia dari bulan Sya’ban yaitu malam Nisfu Sya’ban (pertengahan Sya’ban). Banyak jalur periwayatan hadis menjeleskan fadilahnya, itu menunjukkan keabsahannya. Selain yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai malam penentuan nasib makhluk, ditafsirkan oleh ulama pada QS. Addukhan; 4 (Pada malam itu diputuskan oleh Allah segala urusan yang penuh hikmah, yaitu segala perkara yang berhubungan dengan kehidupan makhluk di bumi, seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk, dan sebagainya).

Kalau demikian Nisfu Sy’aban adalah malam penentuan nasib makhluk terutama manusia. sekalipun sebagian ulama ada yang menjelaskan bahwa malam penentuan nasib adalah malam Laylatu Qadr di bulan Ramadhan. Dua pandangan yang berbeda dapat disatukan dengan metode (attawfiq/kompromi) dengan analogi akademik bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam yudicium (penentuan keserjanaan), dan malam laytul qadr adalah malam wisuda (peresmian gelar keserjanaan), semuanya menentukan keserjanaan mahasiswa.

Karena malam itu adalah malam penentuan nasib makhluk, maka sangat baik jika diisi dengan doa doa termasuk membaca Surah Yasin sebagaimana yang dianjurkan hadis dan para ulama yang absah dan tidak diragukan keilumuannya dalam literasi keislaman.

Satu di antara hadis itu adalah; “Dari Abu Musa al-Asy’ari, dari Rasulullah saw, bahwasanya beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah memandang rahmat-Nya pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.'” (HR Ibnu Majah no 1390).

Demikian sebagian fadilah malam Nisfu Sya’ban sebagai malam pengampunan dosa, malam penentuan nasib, malam penuh rahmat, dan malam persiapan menjelang Ramadan. Tahun 2025 malam Nisfu Sya’ban jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025 selepas Magrib, dan puncaknya pada Jumat, 14 Februari 2025.

Sebagai implementasi ajaran Islam Wasathiyah (moderat dan tidak ekstrim memahami agama) sebagai yang diajarkan sahabat dan para ulama, Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf  memperingati malam Nisfu Sya’ban sebagai syiar yang sarat dengan nuansa ibadah yang dianjurkan seperti zikir, membaca al-Qur’an, salawat, salat sunat dan tausiyah.

Para warga dan jamaah diundang hadir dalam acara tersebut yang menghadirkan dua tokoh muda yakni Ust Rasul Amin SH (Imam di salah satu masjid di Amerika) dan Ust Icuk Rivai, Lc dai Indosiar.

Selamat bernisfu Sya’ban, semoga kita semua mendapat berkah dan ridho-Nya. Amin. (*)

Ust. Das’ad Latief Beri 6 Pesan dalam Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Al-Markaz Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Muballigh kondang, Ust. Das’ad Latief (UDL) disambut antusias ribuan jamaah saat membawakan ceramah Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, Jumat, 31 Januari 2025.

Ribuan jamaah tampak sudah mulai berdatangan sejak waktu Ashar. Mereka berusaha untuk mengambil posisi duduk dekat panggung, agar bisa menyaksikan lebih dekat UDL, idolanya.

Dalam ceramahnya, Ust. Das’ad Latief, menyampaikan 6 pesan utama. 

1. Isra Mikraj: Perjalanan Spiritual Nabi Muhammad dan Hikmah bagi Umat Islam

    Peristiwa Isra Mikraj yang dialami Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam. Perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga naik ke langit ini menjadi bukti kebesaran Allah serta memberikan pelajaran penting bagi umat Islam.

    Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah, serta pelajaran tentang akhlak dan kehidupan umat manusia. Salah satu hikmah terpenting dari Isra Mikraj adalah perintah salat lima waktu yang diberikan langsung oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Awalnya, perintah salat ditetapkan sebanyak 50 kali sehari, namun setelah melalui proses negosiasi dengan Nabi Musa AS, jumlahnya dikurangi menjadi lima kali sehari.

    Selain itu, Nabi Muhammad juga diperlihatkan berbagai bentuk hukuman bagi mereka yang berbuat dosa. Hal ini menjadi peringatan bagi umat Islam agar senantiasa menjaga akhlak dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

    2. Korupsi dan Sogok Menyogok Merusak Tatanan Sosial

    Dalam peristiwa Isra Mikraj, Nabi Muhammad juga menyaksikan dampak buruk dari perilaku sogok menyogok. Perbuatan ini tidak hanya merusak individu, tetapi juga melemahkan institusi-institusi penting seperti kepolisian dan pemerintahan. Korupsi yang terjadi akibat praktik ini mengakibatkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin dan sistem yang ada.

    Perilaku menjilat serta mencari keuntungan dengan cara yang tidak jujur juga menjadi perhatian dalam pelajaran yang diberikan dalam Isra Mikraj. Nabi Muhammad menekankan pentingnya integritas dan harga diri dalam menjalani kehidupan agar terhindar dari kehancuran moral.

    3. Pentingnya Sedekah dalam Kehidupan

    Sedekah menjadi salah satu amalan yang ditekankan dalam ajaran Islam. Dalam perjalanan Isra Mikraj, Nabi Muhammad SAW diingatkan bahwa berbagi dengan sesama memiliki banyak manfaat, tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual dan emosional. Sedekah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk membantu dengan tenaga, ilmu, dan perhatian kepada sesama.

    Rasulullah SAW memberikan contoh nyata tentang pentingnya berbagi dan membantu orang yang membutuhkan. Hal ini mengajarkan bahwa ibadah bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang kepedulian sosial.

    4. Khusyuk dan Tuma’ninah dalam Salat

    Isra Mikraj juga menegaskan pentingnya tumakninah, yaitu ketenangan dan kekhusyukan dalam salat. Nabi Muhammad SAW menekankan bahwa salat bukan hanya sekadar membaca lafadz, tetapi juga harus dilakukan dengan pemahaman dan ketenangan hati. Tumakninah menjadi bagian penting dari rukun salat yang tidak boleh diabaikan agar ibadah menjadi lebih berkualitas.

    5.Peran Istri Salehah dalam Rumah Tangga

    Dalam peristiwa ini, Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bahwa seorang istri yang salehah memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Seorang istri dianjurkan untuk menghormati dan taat kepada suami, serta menjaga hubungan yang harmonis dalam pernikahan. Dalam Islam, suami bertanggung jawab atas dosa istri, sehingga hubungan pernikahan harus dibangun atas dasar keadilan dan saling menghormati.

    6.Kesabaran dalam Menghadapi Cobaan Hidup

    Setiap manusia pasti menghadapi berbagai permasalahan dalam hidupnya, baik dalam pekerjaan maupun hubungan sosial. Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa menghadapi ujian dengan kesabaran dan meningkatkan kualitas ibadah, terutama salat, adalah kunci ketenangan jiwa. Berdoa dan bersyukur dalam setiap keadaan menjadi cara terbaik untuk menjaga keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup. Isra Mikraj tidak hanya menjadi perjalanan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW, tetapi juga membawa berbagai pelajaran berharga bagi umat Islam. Dengan memahami hikmah di balik peristiwa ini, diharapkan umat Islam dapat semakin meningkatkan keimanan dan menjalani kehidupan dengan lebih baik sesuai dengan ajaran Islam.(*)

    Milad ke-29, Al-Markaz Gelar Fun Run. Ini Hadiahnya

    0

    MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar memasuki usia 29 tahun pada 12 Januari 2025 mendatang. Untuk memperingati miladnya itu, Pengurus Masjid Al-Markaz menghadirkan sejumlah kegiatan yang melibatkan jamaah dan masyarakat umum.

    Salah satu event yang digelar adalah  Al-Markaz Fun Run 2025, yang rencananya berlangsung Ahad, 12 Januari 2025. Lari gembira ini akan menempuh rute 5 kilometer, dengan mengambil star dan finish di Lapangan Parkir Timur Masjid Al-Markaz Al-Islami.

    Kegiatan ini tidak hanya dirancang untuk meningkatkan semangat kebugaran masyarakat, tetapi juga untuk mempererat tali silaturahmi. Al-Markaz Fun Run 2025 menargetkan seribuan peserta dari berbagai kalangan. Event itu merupakan hasil kolaborasi bersama Wardah Cosmetics Makassar.

    “Kita berharap Al-Markaz Fun Run 2025 menjadi ajang lari gembira yang tidak hanya diikuti kalangan pria, tapi juga akan banyak diikuti oleh kalangan perempuan. Kami mengusung Glowlympic yang menunjukkan event ini membawa cahaya dan kecerahan,” kata Demand Creation Halal Brand Kosmetik Wardah, Santi Sidik

    Al-Markaz Fun Run 2025 menyiapkan banyak hadiah menarik bagi para peserta. Hadiah utama berupa paket umrah, di samping ratusan hadiah lain garmin for runner, sepatu solomon, sepeda, xiaomi smartband 8 aktive, jbl headset run, tumbler, hair dryer, tablet dan berbagai hadiah menarik lainnya

    Pendaftaran untuk menjadi peserta Al-Markaz Fun Run 2025 dapat dilakukan secara daring. Form pendaftaran dapat diakses melalui link: https://bit.ly/AlmarkazFunRun2025

    Panitia mengundang seluruh masyarakat Makassar dan sekitarnya untuk ikut serta memeriahkan Al-Markaz Fun Run 2025. Jadikan momen ini sebagai ajang berolahraga, bersilaturahmi, dan mengawali tahun 2025 dengan penuh semangat dan optimism. (*)

    DAKWAH SEJUK DARI AL-MARKAZ AL-ISLAMI

    0

    Oleh : Muammar Bakry

    Prof. Dr, KH. Muammar Bakry, Lc, M.Ag.

    AL-MARKAZ, sesuai dengan namanya adalah pusat atau center. Boleh disebut bahwa masjid pertama kali dengan nama al-Markaz di Indonesia adalah Masjid al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Yusuf yang ada di Makassar.

    Al-Markaz Al-Islami jika dibahasainggriskan menjadi Islamic Center yang sejak lama telah dikenal di negara negara barat dan eropa, menjadi pusat ibadah kaum muslimin yang jumlahnya minoritas di sana.

    Dari sekian banyak yang dapat menjadi indikator kelebihan fungsi itu adalah bidang ibadah, dakwah, pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi. Dari beberapa indikator di atas, tulisan ini hanya mengangkat satu bidang yakni Dakwah Al-Markaz. Adapun bidang-bidang yang lain pembaca dapat melihat lebih dekat dengan mengunjungi dan melihat langsung aneka kegiatan yang disajikan untuk memakmurkan jamaah seperti pembinaan UMKM hingga sayur mayur gratis.

    Jika dibandingkan di Indonesia, hampir semua daerah memiliki masjid besar yang menjadi tempat ibadah umat Islam di sekitar. Para warga yang menjadi jamaah tetap di masjid sekitarnya sudah asik dengan masjidnya masing masing. Maka fungsi Islamic Center seperti fungsi di negara barat dan eropa tentu tidaklah sama. Sekalipun demikian, tidak ada salahnya jika penamaan Al-Markaz Al-Islami digunakan dengan penekanan fungsi melebihi dari masjid masjid yang ada di sekitar warga.

    Al-Markaz sejak difungsikan sebagai masjid telah dilaksanakan pegajian rutin dengan berbagai materi keislaman dan sosial dan ekonomi. Disajikan dengan kurikulum yang dibawakan oleh narasumber yang ahli di bidangnya. Mulai Tafsir, Fikih, Tasawuf, Akidah, Fikih Perbandingan, Fikih Kontemporer, Filsafat Islam, Politik Islam, Ekonomi Islam hingga masalah-masalah Kesehatan Masyarakat disajikan seperti Pesantren Terbuka.

    Suasana jamaah Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf

    Di awal hingga terjadinya covid 19 yang melanda dunia, pengajian Al-Markaz diadakan sebanyak 3 kali sehari yakni setelah salat subuh, setelah salat duhur dan setelah salat magrib. Setelah covid pengajian dibuka kembali dengan formulasi yang berbeda yakni pengajian dilaksanakan setelah salat magrib dan di hari tertentu dilaksanakan setelah salat subuh.

    Sejak kepengurusan yayasan baru Al-Markaz di bawah kepemimpinan Prof Hamid Awaluddin, formulasi dakwah dalam suasana yang berbeda ditampilkan secara variatif. Selain kajian rutin, dilakukan juga diskusi yang dikemas secara akademik hingga dalam bentuk yang lebih santai seperti acara “Ngobras” yakni ngopi bahas sosial keagamaan pada hari Ahad subuh dengan tema kebangsaan, keumatan dan kenegaraan, dengan layanan kopi susu dan aneka kue tradisional bugis makassar.

    Jamaah yang aktif mendengar kajian nonformal (mustami’) sudah pasti memiliki ilmu agama yang cukup luas yang diperoleh dari ulama-ulama senior hingga cendekiawan muda dari berbagai latar belakang kampus dan ormas yang ada di Makassar dan sekitarnya.

    Jamaah pendengar dakwah Al-Markaz dapat dikategorikan pada tiga bentuk, jamaah salat yang duduk menyimak materi dakwah, jamaah pendengar radio Al-Markaz yang setia mendengarkan melalui 99,6 FM dan juga media sosial Al-Markaz seperti Facebook dan Instagram.

    Syiar dakwah Al-Markaz nampak dengan konsistensi Moderasi Beragama yakni materi yang mendukung komitmen kebangsaan, adaptif dengan kearifan lokal, menghormati pandangan ulama lain dan toleran atas perbedaan.

    Demikianlah sesungguhnya hakikat dakwah yakni mengajak secara bijaksana kepada kebaikan yaitu Khayr dan Ma’ruf. Dua kata yang terakhir mencakup aneka macam arti antara lain progresif, bilhikmah, santun, ramah, berkemanusiaan, moderat, kontekstual, rasional, adaptif pada kearifan lokal, membujuk, merangkul, tidak fanatik dan seterusnya.

    Dakwah seperti inilah yang dirawat di Al-Markaz sejak berdirinya hingga hari ini sebagai ciri khasnya. Bukan dakwah yang selalu marah, selalu menyesatkan, selalu mengkafirkan, selalu membid’ahkan, selalu meremahkan dan seterusnya.

    Ada ungkapan yang populer, “Ulama dahulu banyak mengislamkan orang kafir, sekarang ini justeru banyak pendakwah yang mengkafirkan orang Islam”, maka dipastikan bahwa suara dakwah dari Al-Markaz adalah suara yang membuat masyarakat jadi adem lahir batin, suara yang menjadi oase bagi masyarakat yang haus pada ilmu agama yang valid dari narasumber yang tepat. Demikian dakwah sejuk dari Al-Markaz yang diharapkan terbangun pusat peradaban Islam dari Selatan Sulawesi.

    Al-Markaz Berduka atas Wafatnya KH Syawir Dahlan

    0

    MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Innaalillahi wa Innaailaihi Rojiun. Salah saeorang ulama terbaik Sulawesi Selatan, Dr. KH Syawir Dahlan, S.Q., M.A. telah berpulang ke rahmatullah. Ratusan orang menyalati jenazah almarhum, Selasa 27 Juli 2024, di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

    KH. Syawir Dahlan wafat pada usia 63 tahun. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Senin, 26 Agustus 2024. Usai disalati, jenazah alm. KH. Syawir Dahlan lalu diantarkan untuk dikebumikan di area pesantrennya di Al Muzahwirah di Kabupaten Pangkep.

    “Wasiat beliau, memang minta dikuburkan di area pesantren yang dibangunnya, tepat di bawah kaki ibunya,” kata Ust. Arifuddin Lewa, yang memberikan sambutan mewakili keluarga.

    Saat melepas jenazah, Imam Besar Masjid Al-Markaz, Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, MA, menyampaikan bahwa atas nama pengurus dan jamaah Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar menyaampaikan duka cita mendalam atas wafatnya KH Syawir Dahlan.

    Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, MA, memberi sambutan pelepasan jenazah
    Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, MA, memberi sambutan pelepasan jenazah

    Prof Muammar menyampaikan, KH Syawir Dahlan memang berusia 63 tahun. Namun sesungguhnya amal dan karya beliau, lebih dari bilangan usia itu. Sebab, almarhum sudah melahirkan banyak hafidz dan hafidzah, juga mementori banyak UMKM untuk pemberdayaan ekonomi umat.

    “Kami kehilangan seorang ulama besar yang senantiasa menyebarkan ilmu dan memperjuangkan agama Allah. Beliau berdakwah tidak hanya melalui pengetahuan agama, melainkan juga jalur ekonomi,” kata Muammar.

    Almarhum KH Syawir Dahlan meninggalkan 4 putra dan seorang putri, yang seluruhnya hafidz Al-Aquran 30 juz. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik bagi KH. Syawir Dahlan dan memberikan kesabaran serta kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan. (*)

    Gebrakan Al-Markaz Bikin “Ngobras” Disambut Antusias

    0

    MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Pengurus Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami  kembali menggebrak dengan program baru bernama “Ngobras”. Ngobras adalah Ngobrol Keummatan dan Kebangsaan  Al-Markaz.

    Edisi perdana Ngobras digelar di Pelataran Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ahad 04 Agustus 2024, usai pelaksanaan salat Subuh. Tampak ratusan jamaah antusias mengikuti acara ngobrol santai sembari menyeruput kopi, ditemani segarnya udara pagi.

    Ngobras perdana itu mengangkat tema, “Hijrah untuk Merdeka”, yang menampilkan dua pemantik diskusi yaitu Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi, Sosiolog Unhas, dan Rektor UIM Prof. Dr. K.H. Muammar Bakri Lc., M.Ag, didampingi Ketua Harian YIC Al -Markaz Al-Islami, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd..

    Berbaur dengan ratusan jamaah, sejumlah intelektual tampak ikut hadir, antara lain Prof.Dr. Arifuddin Ahmad, Dr. Adi Suyadi Culla, Dr. Hasrullah, dan banyak tokoh penting lainnya. Tak ketinggalan Sekretaris Umum YIC Arman Arfah juga hadir dalam acara yang dipandu Ketua Komisi Informasi Sulsel, Pahir Halim.

    Sejumlah tokoh menyampaikan apresiasi program Ngobras tersebut. Bahkan, mereka mengusulkan agar acara Ngobras terus digelar secara reguler, dengan bahasan berbagai tema. “Acara Ngobras ini, yang ternyata kepanjangannya ngobrol keummatan dan kebangsaan Al-Markaz ini harus menjadi agenda rutin,” harap Adi Suryadi Culla.

    Pada sesi pembuka, Prof. M. Tahir Kasnawi, menyampaikan jika kemerdekaan itu merupakan suatu anugerah dari Allah SWT, yang paling esensial, baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat atau sebagai bangsa.

    “Hakekat kemerdekaan bagi individu adalah kebebasan kita untuk melakukan pilihan-pilihan  terbaik dalam mencapai kehidupan yang dikehendaki oleh pencipta. Kita juga tidak akan dihukum dengan kemerdekaan dan pilihan-pilihan kita,” ujarnya

    Menurut Prof Tahir, dalam kehidupan sosial sehari-hari kemerdekaan dan kebebasan ini tidak dapat kita praktikkan secara penuh.

    Abad ke-19, lanjut Prof Tahir, umat islam di Indonesia patut berbangga karena yang mengawali dan mempelopori perjuangan dan merebut kemerdekaan ini adalah umat Islam dan dipelopori oleh para kiai dan para ulama melalui basis atau markas mereka adalah pondok pesantren.

    Prof. Dr. K.H Muammar, yang juga Imam Besar Masjid Al-Markaz AL-Islami menuturkan, dalam pemahaman transedental yang sifatnya tauhid maka Islam mengajar kepada seluruh umatnya untuk merdeka secara lahir dan batin.

    “Makna kemerdekaan dalam Al-Qur’an itu telah dijelaskan. Merdeka lawannya budak dan dalam sosial fiqih atau sosial keagamaan adalah Al-khuru. Dan Islam hadir di tengah struktur masyarakat sosial, dan perbudakan hadir sebelum Islam ada. Kemudian Islam pun mencoba merubah sistem tersebut dengan banyak konsep fiqih keagamaan,” paparnya.

    Prof Muammar mengatakan, merdeka secara batin yaitu dengan sistem lailahaillalah. Jadi orang yang merdeka dalam hidupnya adalah orang yang bisa menghambakan dirinya kepada Allah SWT.

    “Orang yang diperbudak dengan jabatan dan hartanya sesungguhnya dalam konsep transedental tauhid, hikmah dan tasauf, itu belum menikmati kemerdekaanya,” tegasnya.

    Selain itu Prof Muammar menyampaikan bahwa konsep syariat Islam dalam kemerdekaan dapat dilihat dalam bebas beragama. “Islam datang dan mengajarkan umatnya untuk bebas beragama, bebas untuk hidup, bebas untuk belajar, bebas berketurunan dan bebas untuk memiliki harta, inilah tujuan dalam kemerdekaan hidup,” imbuhnya.

    Sementara itu Ketua Harian Yayasan masjid Al-Markaz Al_Islami Prof. Mustari Mustafa menuturkan bahwa masjid Al-Markaz sedang membangun pemahaman bahwa masjid bukan hanya untuk beribadah saja, tapi merancang pengembangan disektor bisnis dalam mengeliatkan ekonomi juga menjadikan masjid sebagi sayap sains, serta badan teknologi.

    “Kami ingin Masjid Al-Markaz Al-Islami menjadi pilot project dan tim pengarah juga kiranya masyarakat dapat memberikan masukan untuk membawa masjid ke arah yang baik,” katanya. (*)

    Follow us

    0FansSuka
    3,910PengikutMengikuti
    22,800PelangganBerlangganan

    Latest news