Jumat, Oktober 23, 2026
Google search engine
Beranda blog Halaman 2

Buka Puasa di Al-Markaz: Menjamu Ribuan Jamaah dalam Tradisi Ramah Lingkungan

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar kembali menegaskan perannya sebagai episentrum Amaliah Ramadan di Sulawesi Selatan. Tahun ini, masjid ikonik tersebut secara konsisten menggulirkan program pembagian buka puasa dengan target 1.000 porsi takjil dan santap malam setiap harinya.

Bukan sekadar berbagi, manajemen distribusi yang diterapkan tahun ini terbilang sangat rapi dan terstruktur. Sebelum azan Magrib berkumandang, para jamaah diarahkan sudah duduk rapih di teras masjid untuk menikmati menu takjil. Setelah menikmati takjiil buka puasa, jamaah kemudian melaksanakan Shalat Magrib secara berjamaah.

Koordinator Buka Puasa, Multazam A. Mukminin menjelaskan bahwa ketertiban menjadi prioritas utama. Usai menunaikan salat Magrib berjamaah, para jamaah kemudian diberi kupon berbuka puasa untuk dapat langsung ditukarkan dengan paket makan malam.

“Sistem kupon ini kami terapkan untuk memastikan pembagian makanan berlangsung tertib, merata, dan menghargai kenyamanan seluruh jamaah,” ujarnya

Di balik kemegahan sajian tersebut, terdapat tim dapur yang bekerja spartan. Satu juru masak utama memimpin sebelas personel di bagian produksi, sementara enam petugas lainnya didedikasikan khusus untuk meracik dan membungkus takjil.

Hal yang membuat program tahun ini terasa lebih “berkelas” dan visioner adalah keberanian panitia dalam menekan jejak karbon. Al-Markaz secara sadar meninggalkan penggunaan kemasan plastik seperti boks atau mika, dan beralih ke pembungkus kertas yang dilapisi daun pisang.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. panitia ingin memastikan bahwa ibadah di bulan suci tidak meninggalkan beban sampah plastik yang sulit terurai bagi bumi.

“Kami menghindari plastik secara sengaja. Dengan kemasan daun dan kertas, selain lebih higienis dan memberikan aroma khas, sisa kemasannya jauh lebih ramah lingkungan dan tidak menumpuk menjadi limbah abadi,” tegas Multazam.

Program buka puasa di Masjid Al-Markaz Al-Islami tahun ini pun bertransformasi menjadi potret ideal sebuah kegiatan keagamaan: sebuah perpaduan antara kepedulian sosial, manajemen yang mumpuni, serta komitmen menjaga kelestarian alam. (*)

Peserta Karantina Qur’ani Al-Markaz Pecah Rekor

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Sebanyak 160 pelajar tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) mengikuti program Karantina Qur’an yang diselenggarakan oleh Pemuda Al-Markaz di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar. Jumlah tersebut menjadi capaian tertinggi sekaligus rekor baru partisipasi peserta sepanjang penyelenggaraan program ini.

Lonjakan peserta tahun ini tergolong signifikan. Jika menilik data tiga tahun terakhir, jumlah peserta sempat berada di angka 100 orang, kemudian menyusut menjadi 90 orang, dan menyentuh titik terendah pada 2025 dengan 80 orang. Kehadiran 160 peserta pada tahun ini mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk mendalami pembinaan Al-Qur’an secara intensif.

Ketua Pemuda Remaja (PRIMA) Al-Markaz, Farhan Syahrir, menjelaskan bahwa Karantina Qur’an tahun ini difokuskan pada penguatan kualitas bacaan (tahsin), hafalan (tahfidz), serta pembentukan karakter. Selama masa karantina, para peserta menjalani agenda terstruktur, mulai dari setoran hafalan, murojaah bersama, hingga kajian motivasi keislaman yang dibimbing langsung oleh para ustaz dan ustazah.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian YIC Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd, didampingi Sekjen Arman Arfah pada Sabtu, 28 Februari 2026. Dalam sambutannya, Mustari mengapresiasi semangat para peserta yang begitu besar.

“Saya merasa terharu dengan antusiasme peserta. Saya optimis kegiatan ini menggambarkan masa depan umat yang cerah,” ujar Mustari.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para orang tua yang telah memercayakan anak-anak mereka untuk dibina di Karantina Qur’ani. Menurutnya, hal ini menunjukkan kesadaran kolektif dalam mempersiapkan generasi masa depan yang tangguh secara spiritual, atau generasi rabbaniah.

Peningkatan jumlah peserta ini menjadi indikator kuat tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan Al-Qur’an yang terukur. Program ini merupakan bentuk komitmen Masjid Al-Markaz dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

Lebih dari itu, kesuksesan acara ini menegaskan peran strategis Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar. Masjid tidak lagi sekadar menjadi tempat ruku dan sujud, melainkan pusat peradaban yang mengemban misi pendidikan (tarbiyah), dakwah, dan muamalah bagi umat, khususnya generasi muda.

Dengan rekor 160 peserta, pengelola berharap Karantina Qur’an terus berkembang menjadi program unggulan yang memperkuat posisi Masjid Al-Markaz Al-Islami sebagai pusat peradaban dan pengkaderan generasi Qur’ani di Kota Makassar. (*)

Bank BJB Sponsor Utama Bazar Ramadan Al-Makassar Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Kegiatan bazar Ramadan Masjid Al-Markaz Al-Islami  Makassar kembali digelar dengan semarak pada Ramadhan 1447 tahun ini. Bazar menghadirkan berbagai produk unggulan masyarakat serta menjadi ruang interaksi ekonomi yang dinamis selama bulan suci.

Dalam pelaksanaannya tahun ini yang dimulai Rabu (18/3/2026), Bank BJB tampil sebagai sponsor utama, di samping beberapa sponsor pendukung lainnya. Bank BJB memperkuat nilai kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha lokal. Bazar UMKN Al-Markaz akan berlangsung hingga malam Lebaran nantinya.

Bazar yang berlangsung di tengah antusiasme masyarakat ini tidak hanya menjadi ajang transaksi jual beli, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Beragam produk ditawarkan, mulai dari kuliner khas Ramadan, busana muslim, hingga kerajinan tangan lokal yang mencerminkan kekayaan budaya daerah.

Keterlibatan Bank BJB sebagai sponsor utama menjadi salah satu sorotan penting dalam kegiatan ini. Dukungan tersebut dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya di momentum Ramadan yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat. Selain itu, kehadiran Bank BJB juga membuka peluang literasi keuangan dan akses layanan perbankan bagi para pelaku usaha yang terlibat.

Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan, tidak hanya selama bazar berlangsung, tetapi juga dalam jangka panjang bagi penguatan ekosistem UMKM.

“Peran sponsor utama sangat krusial, terutama dalam memastikan kegiatan berjalan optimal sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta. Dukungan Bank BJB menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan bazar yang lebih berkualitas,” ujar Hamrun, Koordinator Bazar Ramadhan 1557 H.

Sementara itu, para pelaku UMKM mengaku terbantu dengan adanya kegiatan ini, baik dari sisi pemasaran maupun peningkatan jaringan usaha. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan dukungan berbagai pihak.

Dengan sinergi antara penyelenggara, pelaku usaha, dan dukungan sektor perbankan, bazar Ramadan ini tidak hanya menjadi perayaan ekonomi musiman, tetapi juga simbol kebangkitan dan kemandirian ekonomi masyarakat. (*)

Besok, Penulis Best Seller Ahmad Rifa’i Rif’an Tampil di Al-Markaz Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Penulis nasional best seller Ahmad Rifa’i Rif’an dijadwalkan mengisi kegiatan Book Talk bertajuk Ngaji Literasi pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf.

Kegiatan literasi tersebut akan dilaksanakan di lantai 2 masjid setelah pelaksanaan shalat Dhuhur dan terbuka secara gratis untuk masyarakat umum. Panitia menargetkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, santri pesantren, hingga masyarakat umum pecinta buku.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi Perpustakaan Masjid Al-Markaz Makassar bersama Gramedia, Forum Komunikasi Pondok Pesantren Makassar, serta Kementerian Agama Kota Makassar.

“Hal ini sebagai upaya memperkuat budaya literasi di kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sekaligus mendukung posisi masjid sebagai pusat peradaban ilmu, bukan hanya tempat ibadah ritual,” ujar Hasan Pinang, KKepala Seksi (Kasi) Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Makassar.

Panitia menyebut kehadiran Ahmad Rifa’i Rif’an diharapkan dapat memberikan motivasi menulis dan membaca, sekaligus menumbuhkan tradisi diskusi buku di kalangan generasi muda. Penulis yang dikenal produktif dengan berbagai buku pengembangan diri tersebut akan berbagi pengalaman kepenulisan, proses kreatif melahirkan karya best seller, hingga praktik membedah buku secara interaktif bersama peserta.

Dalam sesi dialog, peserta juga diberi kesempatan berdiskusi langsung, mengajukan pertanyaan, serta mendapatkan tips membangun kebiasaan membaca yang konsisten dan produktif di tengah era digital.

Selain sesi talkshow, pengunjung dapat mengikuti bazar buku dengan potongan harga 15 persen khusus untuk karya-karya penulis. Promo tersebut berlaku bagi 200 pendaftar pertama. Pihak Gramedia juga memberikan diskon khusus pembelian buku lainnya di lokasi bazar. “Kami akan berikan diskon spesial untuk pembelian buku di lokasi acara,” kata Yuda dari Gramedia.

Panitia berharap masyarakat luas bisa memanfaatkan kesempatan ini, terutama kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, santri pesantren. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara dunia literasi, pendidikan pesantren, dan masyarakat kota dalam membangun budaya membaca berbasis masjid. (*)

“Siapa Sekolah Paling Literat di Makassar? Buktikan Nyalimu di Ngaji Literasi Al-Markaz!”

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Siapa bilang anak muda Makassar hanya jago kandang? Saatnya membuktikan dalam kompetisi mengukir peradaban dari Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Daeng Makassar, untuk mengasah nalar menjemput masa depan. Perpustakaan Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar bekerjasama dengan Gramedia FKPP (Forum Komunikasi Pondok Pesantren) dan Kementerian Agama Kota Makassar, menghadirkan kompetisi dalam ajang “NGAJI LITERASI: Membaca Dunia, Menulis Peradaban”.

Bukan sekadar ajang adu bakat biasa, kompetisi ini menjadi panggung pembuktian bagi generasi milenial dan Gen Z Makassar bahwa literasi adalah senjata utama dalam membangun peradaban, bukan sekadar hobi di atas kertas.

Panitia telah menyiapkan tiga cabang lomba yang menuntut keberanian berpikir kritis dan kecakapan berkomunikasi, yaitu debat Bahasa Inggris, ceramah Bahasa Inggris dan lomba menulis cerpen. Debat Bahasa Inggris untuk menguji ketajaman logika dan kemampuan argumentasi dalam isu-isu global. Ceramah Bahasa Inggris sebagai wadah syiar modern yang memadukan kemampuan bahasa dan penguasaan nilai-nilai adab. Sedang lomba menulis cerpen sebagau ruang kreativitas bagi mereka yang ingin mengubah dunia lewat kekuatan narasi.

“Kita tidak butuh generasi yang hanya pintar di bangku kelas. Kita butuh anak muda yang berani berbicara, tajam dalam berpikir, dan memiliki adab yang kuat. Di sinilah tempatnya kalian membuktikan diri,” kata Muannas, Kepala Sekretariat YIC Al-Markaz Al-Islami.

Kabar terbaiknya, seluruh rangkaian kompetisi ini diselenggarakan secara gratis. Meski tanpa biaya pendaftaran, hadiah yang disiapkan cukup menarik. Para jawara akan membawa pulang antara lain Voucher belanja Gramedia untuk mendukung koleksi buku peserta, Goodie bag eksklusif dan sertifikat sebagai bukti prestasi di tingkat kota.

Pendaftaran lomba dibuka singkat selama sepuluh hari, 1 – 10 Februari 2026. Adapun pelaksanaan lomba dilaksanakan pada tanggal 11 – 13 Februari 2026. Semua lomba digelar di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar.

Muannas berharap, generasi milenial dan Gen Z Makassar dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dan menjadi bagian dari sejarah baru pelajar Makassar yang literat dan berkarakter.

Untuk mendaftar, bisa langsung klik tautan pendaftaran di

https://bit.ly/NgajiLiterasiAl-Markaz

Puncak acara ini akan digelar 14 Februari 2026 dalam sesi Book Talk menghadirkan penulis nasional, Ahmad Rifa’i Rif’an. Rifa’i adalah penulis buku-buku pengembangan diri Islami yang dikenal dengan gaya tulisannya yang jujur, membumi, dan relevan dengan keresahan anak muda hingga dewasa. Salah satu bukunya yang terbaru, “Jangan Sampai Ada dan Tiadamu di Dunia Ini Sama Saja”.

Ribuan Jamaah Istighosah Nisfu Syaban di Masjid Al-Markaz  Makassar

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Ribuan umat Muslim memadati Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf, Makassar, untuk melaksanakan istighosah malam Nisfu Sya’ban, Senin (2/2/2026). Mereka melakukan zikir dan doa bersama penuh kekhusyukan

Antusiasme jamaah terlihat sangat tinggi dengan kehadiran tak kurang dari 7.000 orang. Menariknya, jamaah ini didominasi oleh kaum milenial yang memenuhi lantai 2 hingga lantai 3 masjid terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.

Kegiatan dimulai dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Setelah itu, suasana masjid menjadi syahdu saat jamaah bersama-sama membacakan Surah Yasin sebanyak tiga kali, yang disusul dengan zikir dan doa bersama hingga memasuki waktu salat Isya.

Prosesi zikir dan doa ini dipimpin langsung oleh imam Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, yakni KH Hasan Basri Ahmad KH Musryidin Hamid dan KH Hasan Basri Arfah. Jamaah tampak larut dalam kekhusyukan, memohon ampunan dan keberkahan di malam yang diyakini penuh rahmat tersebut.

Usai salat Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan tausiah yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Abd. Rauf Muhammad Amin, MA, guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Dalam ceramahnya, Prof. Rauf menekankan bahwa Nisfu Sya’ban bukanlah malam biasa, melainkan momentum besar sebagai syiar Islam.

Dia menjelaskan bahwa menghormati malam ini merupakan indikator ketaqwaan seseorang sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an. “Nisfu Sya’ban adalah malam yang sangat luar biasa. Ini adalah sebuah syiar Islam di mana berdasarkan Al-Qur’an, Allah mengatakan bahwa siapa yang menghormati syiar Islam, maka itu menjadi indikator kekuatan ketaqwaan yang kita miliki,” ujar Prof. Rauf Amin di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga memberikan pandangan mendalam mengenai keagungan malam ini jika dibandingkan dengan Lailatul Qadr dari sisi kepastian waktunya. “Malam ini malam sangat agung. Bahkan ini lebih penting dari Lailatul Qadr dalam konteks kepastiannya, karena Lailatul Qadr tidak tentu waktunya, sedangkan Nisfu Sya’ban sudah ditentukan waktunya. Narasi tentang Nisfu Sya’ban sangat jelas keistimewaannya,” tambahnya.

Mengakhiri tausiahnya, Prof. Rauf mengingatkan agar umat Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Menurutnya, malam Nisfu Sya’ban adalah malam curahan kasih sayang Allah SWT. Ia mengatakan bahwa sangat disayangkan jika seorang Muslim yang diberi kesempatan untuk dipertemukan dengan Nisfu Sya’ban namun tidak mengapresiasinya.

“Malam nisfu syaban adalah malam rahmat. Inilah yang kita mau raih pada malam ini,” pungkasnya.

Hingga acara berakhir, situasi di sekitar Masjid Al-Markaz terpantau tertib meskipun dipadati oleh ribuan kendaraan jamaah. Bahkan, ratusan jamaan lainnya bertahan di masjid hingga tengah malam untuk melaksanakan salat qiyamullail. (*)

Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Rayakan Milad ke-30 Secara Sederhana

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf Makassar memperingati milad ke-30 secara sederhana pada Senin malam, 12 Januari 2026.. Meski digelar sederhana, peringatan ini berlangsung penuh khidmat

Momentum milad diisi dengan  doa dan zikir bersama pengurus dan jamaah. Masjid Al-Markaz Al-Islami merupakan masjid kebanggaan Sulawesi Selatan yang pendiriannya diprakarsai oleh mantan Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI, Jenderal (Purn) M. Jusuf, pada akhir tahun 1994. Masjid ini diresmikan pada 12 Januari 1996 dan sejak itu menjadi pusat ibadah, dakwah, Pendidikan, muamalah dan aktivitas keumatan di Kota Makassar.

Rangkaian kegiatan milad diawali dengan munajat dan zikir bersama usai Salat Magrib yang dipimpin oleh tim imam lengkap Masjid Al-Markaz Al-Islami, Imam Besar Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, M.Ag., yakni KH Hasan Basri Ahmad, Dr. KH Masykur Yusuf, KH Hasan Basri Arfah, KH Mursidin Abd. Hamid. Zikir berlangsung khusyuk hingga menjelang Salat Isya.

Para pengurus masjid turut hadir, di antaranya Ketua Harian Prof Dr Mustari Mustafa, M.Pd., Sekretaris Jenderal Arman Arfah, Dewan Pengawas Najamuddin Madjid, serta para pengurus Badan Pengelola Harian (BPH) dan unit-unit di lingkungan Masjid Al-Markaz Al-Islami.

Usai pelaksanaan Salat Isya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Peringatan ini menjadi penutup perayaan milad ke-30 Masjid Al-Markaz Al-Islami, sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual untuk memperkuat peran masjid dalam membina umat dan menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan bangsa. (*)

Peduli Sumatera, Jamaah Jumat Al-Markaz Makassar Kirim Donasi Rp 10 Juta

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar – Gelombang solidaritas untuk korban bencana alam di Pulau Sumatera terus mengalir dari berbagai penjuru tanah air, tak terkecuali dari Kota Makassar. Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf kembali menunjukkan peran sentralnya sebagai pusat kemanusiaan dengan menggalang donasi spontan dari jamaah usai pelaksanaan ibadah Shalat Jumat, (5/12).

Usai pelaksanaan Shalat Jumat, pengurus mengajak jamaah untuk berdonasi demi membantu korban bencana banjir dan tanah longsor  di Sumatera. Penggalangan dana itu dipimpin langsung Imam Besar Masjid Al-Markaz Al-Islami,  Prof. Dr. KH. Muammar Bakry. Di hadapan jamaah Jumat, Prof. Muammar mengajak jamaah untuk memperkuat solidaritas terhadap para korban. Ia menyebut bahwa musibah di wilayah Sumatera, termasuk Aceh, telah menelan 800 lebih korban jiwa dan ratusan lainnya masih dinyatakan hilang.

“Tentu kita sudah mengetahui musibah yang amat dahsyat, khususnya di Sumatera dan sekitar Aceh. Karena itu, mari kita memperkuat solidaritas untuk membantu saudara-saudara kita,” ujarnya.

Dalam aksi cepat tanggap tersebut, terkumpul dana tunai sebesar Rp 10.000.000. Pihak Yayasan Masjid Al-Markaz Al-Islami memutuskan untuk langsung menyalurkan dana tersebut melalui Palang Merah Indonesia (PMI) pada hari yang sama, tanpa penundaan, agar secepatnya bisa dimanfaatkan untuk membantu korban.

Penggalangan dana ini merupakan respons langsung atas kondisi memprihatinkan yang menimpa wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Seperti diketahui, bencana banjir dan tanah longsor yang melanda kawasan Sumatera telah melumpuhkan aktivitas warga dan memaksa ribuan orang mengungsi.

Kerusakan infrastruktur dan sulitnya akses logistik di lokasi bencana menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, bantuan dana tunai yang cepat sangat dibutuhkan untuk pengadaan kebutuhan mendesak para pengungsi, seperti makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan.

Muammar berharap, bantuan yang dikumpulkan di Masjid Al-Mrkaz Al-Islami Makassar dapat turut menjadi penguat bagi masyarakat terdampak bencana alam di pulau Sumatera. “Mudah-mudahan apa yang kita donasikan meringankan beban saudara-saudara kita di sana dan Insyaallah Allah menggantikan yang terbaik dari apa yang hilang,” tambahnya.

Sebelum melakukan penggalangan dana, Prof Muammar juga memimpin salat gaib untuk para korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor Sumatera. Tampak ribuan jamaah Shalat Jumat turut serta melaksanakan salat gaib. (*)

Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar Terima Penghargaan di Islamic Digital Fest 2025

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, Makassar — Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar menerima penghargaan dari Jakarta Islamic Center. Penghargaan tersebut diberikan pada ajang Islamic Digital Fest 2025 yang di Jakarta, Selasa, 29 September 2025.

Sekjen YIC Al-Markaz Al-Islami, Arman Arfah, hadir langsung dalam acara Islamic Digital Fest 2025 itu, yang berlangsung selama 2 hari, 29 dan 30 September 2025. Ia menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Al-Markaz Makassar menjadi bukti bahwa masjid bukan hanya megah secara fisik, tetapi juga visioner dalam dakwah digital.

“Apresiasi ini menunjukkan pengakuan atas komitmen kuat Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar dalam transformasi digital, yaitu dakwah tidak hanya dari atas mimbar konvensional, melainkan juga melalui berbagai platform digital,” kata Arman.

Menurut dia, Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf  Makassar memang telah aktif menerapkan strategi digitalisasi layanan melalui live streaming kajian, ceramah dan khutbah di berbagai kanal seperti YouTube, Tiktok, Instagram, Facebook, radio streaming, serta media daring lainnya. Selain itu, informasi jadwal salat, kegiatan, dan layanan infaq juga telah tersedia secara digital dengan mengakses website Masjid Al-Markaz.

Acara bertema “Dari Mimbar Konvensional ke Panggung Digital” itu dibuka oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, H. Afifuddien MM, dan dihadiri perwakilan masjid raya serta Islamic Center dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPPIJ), KH Muhyiddin Ishaq, menilai kehadiran peserta dalam ajang Islamic Digital Fest 2025 menunjukkan adanya semangat baru dalam mengembangkan dakwah digital di Indonesia. Menurutnya, keterlibatan berbagai masjid raya dan Islamic Center dari seluruh daerah menjadi bukti bahwa dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar konvensional, tetapi juga merambah ruang-ruang virtual.

Ia mengingatkan bahwa media sosial memiliki dua sisi yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, platform digital membuka peluang luas bagi umat Islam untuk menyebarkan nilai-nilai keislaman dengan jangkauan yang lebih cepat dan masif. Digitalisasi dakwah, kata KH. Muhyiddin, harus diarahkan untuk memperkuat literasi, membangun peradaban, dan menjaga nilai-nilai Islami agar media sosial tidak menjadi sumber fitnah, tetapi justru menjadi sarana pencerahan.

“Kalau dimanfaatkan sebagai media dakwah, masjid akan menjadi pusat peradaban, bukan hanya tempat ibadah,” kata KH Muhyiddin.

Namun di sisi lain, media sosial juga membawa tantangan serius berupa maraknya konten yang tidak islami, misinformasi, hingga ujaran kebencian yang berpotensi menimbulkan perpecahan. (*)

Dari Al-Markaz untuk Negeri: Zikir dan Doa Keselamatan Bangsa

0

LANTUNAN zikir dan doa mengalun dari lantai 2 Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, Ahad petang 31 Agustus 2025. Sejumlah tokoh agama, aparat dan akademisi tampak hadir. Mereka semua duduk berdampingan, menyatukan hati dalam doa dan zikir bersama.

Suasana malam itu terasa berbeda. Di tengah keresahan masyarakat akibat aksi-aksi demonstrasi yang berujung kerusakan, Al-Markaz hadir sebagai rumah teduh, sekaligus merajut harapan untuk  keselamatan Indonesia. Zikir dan doa dipimpin oleh tim Imam Masjid Al-Markaz Al-Islami

“Masjid Al-Markaz, kita harapkan menjadi tempat kesejukan, tempat pencerahan hati kita, untuk bisa kita tularkan semassif mungkin kepada masyarakat sekitar dan seluruh bangsa Indonesia,” begitu Prof. Dr. KH. Muammar Bakry, Lc, M.Ag., Imam Besar Masjid Al-Markaz Makassar mengawali kegiatan zikir dan doa Bersama keselamatan bangsa. Suaranya tenang, namun sarat makna, seolah sedang mengingatkan semua yang hadir bahwa bangsa ini hanya bisa kokoh bila dijaga dengan hati yang jernih.

Muammar melanjutkan, di tengah kondisi bangsa yang sedang diuji akhir-akhir ini, maka sebagai warga dan umat beriman haruslah menyandarkan penharapan dan pertolongan dari Allah SWT. Dan tempat yang suci untuk mengharapkan pertolongan Allah SWT, tegasnya, tidak lain adalah masjid sebagai rumah Allah.

Sementara itu, Pangdam XIV Hasanuddin, yang diwakili Kolonel H.Rahman Taleho, M. Si., Pamen  Ahli Pangdam Bidang Sosial Budaya, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan jangan mudah terprovokasi dan terpecah belah. Ia mengingatkan bahwa, jangan sampai masuk perangkap politik pecah belah, sebagaimana dijalankan penjajah Belanda dulu sehingga sesama anak bangsa sendiri yang berhadap-hadapan.

Sementara itu, Sekretaris Umum YIC Al-Markaz Al-Islami, Arman Arfah, menegaskan, acara tersebut bukanlah seremoni yang lahir sekadar dari keprihatinan atas insiden kerusuhan. Lebih dari itu, ia adalah momentum muhasabah bersama. “Kami ingin mengajak seluruh elemen bangsa untuk duduk bersama, berpikir jernih, dan memikirkan keselamatan bangsa ke depan,” ujarnya.

Kegelisahan sosial, politik, dan ekonomi yang menyelimuti masyarakat akhir-akhir ini menjadi benang merah dalam doa malam itu. Semua larut, sekaligus memohon kekuatan kepada Sang Pemilik Kehidupan.

“Momentum malam ini adalah saat untuk memenangkan pikiran, mengedepankan akal sehat, dan membuka hati. Baik pemerintah maupun masyarakat, semua perlu melakukan evaluasi diri,” kata Arman lagi.

Malam itu, ketika doa dan zikir berakhir, jamaah tak langsung beranjak. Banyak yang memilih tetap duduk, saling menyapa, berbincang pelan tentang bangsa yang mereka cintai. Seolah, di balik doa-doa yang baru saja dilangitkan, tersimpan keyakinan bahwa Indonesia bisa tetap berdiri kokoh selama warganya mau merawat persaudaraan.

Di bawah kubah megah Al-Markaz, di antara lantunan doa yang tak henti dipanjatkan, lahirlah sebuah pengingat sederhana: bahwa dalam setiap kegelisahan, ada jalan menuju ketenangan—dan jalan itu adalah kebersamaan. (*)

Follow us

0FansSuka
3,910PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest news