Jumat, Oktober 23, 2026
Google search engine
Beranda blog Halaman 7

Masjid Al-Markaz Makassar Serahkan Sumbangan untuk Palestina

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar menyerahkan sumbangan untuk Palestina sebesar Rp 50 juta, Jumat 15 Desember 2023. Sumbangan tersebut dihimpun dari jamaah masjid

Sumbangan Al-Markaz untuk Palestina diserahkan langsung Ketua Umum Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA dengan disaksikan jamaah Salat Jumat. Sumbangan diterima oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa, untuk selanjutnya dikirimkan ke Palestina bersama dengan sumbangan donator lainnya yang dihimpun DMI.

Ketua Umum Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA (kanan) menyerahkan sumbangan jamaah Masjid Al-Markaz untuk Palestina kepada Ketua DMI Sulsel, Mayjen TNI (Purn) Andi Muhammad Bau Sawa untuk disalurkan ke rakyat Palestina.

Prof Basri Hasanuddin menyampaikan terima kasih kepada jamaah yang telah menyumbang dan menyisihkan sebagian hartanya. Menurutnya, sumbangan Palestina bukan soal besar atau kecilnya, melainkan hal tersebut merupakan bentuk kepeduliaan kita sebagai muslim dan juga atas kemanusiaan untuk perjuangan Palestina mencapai kemerdekaannya.

“Mari kita doakan untuk saudara-saudara kita di Palestina. Mudah-mudahan sumbangan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita rakyat Palestina,” kata Prof Basri Hasanuddin.

Ketua DMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Bau Sawa, juga menyampaikan terima kasih kepada jamaah Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf yang telah menginfakkan sebagian hartanya untuk rakyat Palestina.

Untuk menyemangati jamaah dan perjuangan rakyat Palestina, mantan Pangdam XIV Hasanuddin itu memekikkan kalimat “Allahu Akbar” sebagai tanda syukur setelah menerima sumbangan jamaah untuk Palestina yang disalurkan melalui Dewan Masjid Indonesia.

Sumbangan tersebut dihimpun dari jamaah salat Jumat di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf. Sumbangan merupakan bentuk kepeduliaan jamaah dan dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina yang saat ini tengah mengalami penjajahan dan pendudukan oleh tantara zionis Israel. (*)

Infaq dan Pemberdayaan Ekonomi Ummat

0

Oleh : Prof. Dr. H. Muslimin Kara, MA.

Para Hadirin, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah SWT.

SALAH satu ajaran penting dalam Islam adalah sikap kedermawanan (filiantropi) yang diartikan sebagai sikap kedermawanan, kemurahatian, atau sumbangan sosial, atau sesuatu yang menunjukkan cinta kepada manusia. Sikap kedermawanan itu ditumbuhkan antara lain dengan cara memberikan sebagian harta kita kepada mereka yang membutuhkan, terutama fakir-miskin, baik dalam bentuk zakat ataupun infaq dan shadaqah. Yang perlu kita sadari bersama adalah bahwa kesediaan berzakat, berinfaq atau bershadaqah merupakan ciri utama akhlaq orang yang bertaqwa.

Infaq sebagai salahsatu instrumen vital dalam sikap kedermawanan memainkan peran penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi umat. infaq adalah mendermakan atau memberikan rezeki (karunia) atau menafkahkan sesuatu kepada orang lain berdasarkan rasa ikhlas karena Allah SWT, ia berbeda dengan zakat sebagai kewajiban bagi umat Islam.  Allah swt menjanjikan kepada setiap orang yang beriman, yang mau infaq dan sedekah di jalan Allah maka Allah akan melipatgandakan harta yang diinfaqkan itu. Hal itu sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 245:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).

Pada ayat ini infaq merupakan benteng pengaman bagi kehidupan sosial kemanusiaan, baik terhadap dirinya dan terhadap harta yang dimiliki. Terhadap dirinya infaq akan membersihkan noda-noda jasmani dan noda sosial, dan terhadap hartanya  akan suci dan berkembang penuh keberkahan.

Dalam hadisnya, Rasulullah saw. menegaskan:

“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak”, sedang yang lain berkata, “Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)….” (HR. Bukhori)

Sikap kedermawanan dalam bentuk Infaq memiliki korelasi dengan pemberdayaan ekonomi umat. Dimana Islam senantiasa mendorong umatnya untuk membangun dan menumbuhkan sikap kedermawanan, sikap kepedulian terhadap kehidupan orang lain, sikap empati, yakni turut merasakan apa yang dirasakan orang lain, terutama orang-orang yang lemah. Agama Islam sangat membenci siapapun yang tidak memiliki sikap dan budaya kepedulian kepada orang lain, khususnya pada anak-anak yatim. Mereka dikategorikan sebagai orang-orang yang mendustakan agamanya. Bahkan Allah swt mengecam dan mengancam dengan siksaan api neraka kepada orang-orang Islam yang rajin melakukan salat jika mereka tidak mempunyai kepedulian kepada orang lain. Dalam al-Qur’an surat al-Ma’un (107): 1-7, Allah berfirman:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ(1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيم َ(2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3 فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ(5) الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ (6) وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ (7)

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan  enggan (menolong dengan) barang berguna.

Ayat tersebut secara gamlang menjelaskan bahwa orang-orang yang mendustakan agama adalah; pertama orang-orang yang menghardik anak yatim (يَدُعُّ الْيَتِيمَ). Dalam maknanya yang luas, anak-anak yatim adalah rakyat kecil yang lemah dalam segala hal. Artinya pendusta agama ialah orang yang selalu menindas orang-orang lemah, mereka yang tidak mempunyai pelindung. Kebijakan-kebijakan ekonomi hanya berpihak pada kepentingan elite penguasa dan para pengusaha kelas kakap dan melupakan nasib para pengusaha lemah dan rakyat jelata; keputusan-keputusan hukum hanya menjerat si rakyat kecil, tidak menyentuh “orang-orang besar” dan bahkan mereka dilindungi dengan keputusan-keputusan hukum. Semua itu merupakan orang-orang yang mendustakan agama.

Kedua, adalah orang-orang yang tidak mempedulikan makanan orang miskin (وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ). Mereka hanya sibuk dengan kepentingan pribadinya masing-masing, melupakan kepentingan rakyat banyak yang tengah dihimpit oleh krisis ekonomi yang berkepanjangan. Mereka yang hanya mengurus bagaimana mempertahankan posisi dan jabatanya serta melupakan tugasnya untuk mencari solusi yang terbaik agar keluar dari krisis ekonomi. Tugas utamanya telah ia lalaikan dan itulah pendusta agama.         

Para Hadirin, Jamaah Jum’at yang Dirahmati Allah SWT.

Ada 3 sikap yang perlu dilakukan umat Islam dalam rangka memperkuat ekonomi umat:

  1. Memperkuat nilai-nilai keimanan dan keislaman dalam kehidupan dan praktek ekonomi umat Islam.

Islam adalah agama yang tidak memisahkan antara kehidupan dunia dan akhirat, kehidupan dunia adalah bagian dari perjalanan menuju kehidupan akhirat. Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam Surah al-Qashash ayat 77.

Demikian juga dalam hadis Nabi: “Bekerjalah utk kehidupan duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya; dan bekerjalah utk akhiratmu, seakan-akan kamu akan  meninggal besok”. Meski demikian, manurut Nurcholish Madjid, ajaran Islam bisa membedakan mana aspek yang menyangkut urusan dunia, dan mana aspek akhirat.

Ekonomi Islam adalah sebuah sistem ekonomi yang menyeimbangkan antara kepentingan individu dan kepentingan umum, kepentingan privat dan kepentingan publik. Sistem ekonomi Islam berbeda dengan sistem ekonomi kapitalisme yang terlalu menekankan aspek kepemilikin pribadi sedangkan sosialisme menafikkan kepemilikan pribadi, semuanya milik publik. Dalam ekonomi Islm, hal2 yang menjadi kepentingan umum, hajat hidup orang banyak, tidak bisa dimiliki secara pribadi harus dikelola oleh negara agar terhindar dari monopoli dan penguasaan secara individu. Bahkan negara dalam kondisi tertentu, misalnya mengalami defisit anggaran dan tidak mampu utk membiayai anggaran negara maka negara bisa mengambil harta orang kaya utk membiayai kebutuhan negara.

Islam ada agama yang menempatkan materi secara proporsional, materi penting dalam kehidupan manusia, namun dalam Islam, materi bukan “satu-satunya” ukuran dalam kehidupan manusia. Berbeda dengan Kapitalisme dan Sosialisme yang menjadi materi sebagai hal paling fundamental dalam kehidupan manusia, maka bagi mereka materialism merupakan ciri dari filsafat ekonominya. Dalam Ekonomi Islam, materi merupakan sarana utk mengabdi kepada Allah swt, bukan tujuan dalam kehidupan ini.

  • Membangun semangat dan mendukung perekonomian di kalangan umat Islam.

Ekonomi menjadi hal penting bagi kelangsungan Islam dan kehidupan umat Islam, ekonomi menjadi salah satu fondasi dalam pengembangan umat dan dakwah Islam. Kelangsungan dakwah Rasulullah saw pada msa kenabian didukung dengan kekuatan ekonomi, Nabi sendiri adalah seorang pedagang, sejak beliau masih remaja sudah berdagang antar daerah bahkan antar negara, sampai ke negeri Syam (Syiria sekarang). Rasulullah juga didukung oleh para suadagar kaya ketika itu, Istri beliau, Khadijah RA dan para sabahat2 beliau seperti Usman bin Affan, adalah para pelaku bisnis.

Islam disebarkan ke belahan dunia, khususnya di Indonesia, dilakukan melalui perdagangan. Ulama-ulama pendakwah Islam di Nusanatara, disamping sebagai penyebar agama Islam, mereka adalah para pedagang “ulung”.

As-Syatibi, menempatkan harta sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Menjaga harta (hifd al-Mal) menjadi salah satu dari al-dhoririyyah al-Khamsah (lima yang pokok yang harus ada/dijaga pada diri manusia), yaitu: Hifd al-Din, Hifd al-Aql, Hifd al-Nafs, Hifd al-Nasab, dan Hifd al-Mal.

Untuk itu umat Islam harus:

  • Menjadi pelaku ekonomi bukan hanya sekedar obyek ekonomi
  • Menjadi produsen dalam ekonomi bukan hanya konsumen dari produk orang lain
  • Umat Islam perlu belajar dan memulai melakukan bisnis dan meninggalkan budaya malas dan boros dalam kehidupan ekonomi.
  • Umat Islam harus memperkuat jaringan bisnis dan mendukung  bisnis di antara umat Islam, bersaing secara sehat dengan semangat saling menguntungkan bukan merusak dan merugikan sesame pengusaha muslim.
  • Bila perlu kalau dibutuhkan dalam rangka memperkuat strategi bisnis di kalangan umat Islam, “Buy Muslim First” perlu dipertimbangkan, dengan semangat menghindarkan diri dari perpecahan dan permusuhan antara sesama anak manusia.
  •  Membangun Semangat dan Mendukung Gerakan Pemberdayaan Umat.

Islam adalah agama yang mendorong umatnya utk memberdayakan orang lain. Orang yang tidak peduli kepada orang lain, khususnya kepada orang-orang fakir miskin  dan anak-anak yatim dianggap sebagai pendusta agama, dan diancam dengan siksaan api neraka. Surah al-Ma’un menggambarkan itu semua. Demikian juga dalam Surah al-Baqarah: 280, Allah swt menegaskan:  “Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Q.S. Albaqarah [2]: 280).
Dalam Hadis Nabi menegaskan: “Tangan di atas (memberi sedekah) lebih mulia dari pada tangan di bawah (meminta sedekah)”

Salahsatu problem dalam kehidupan ekonomi, termasuk dalam kehidupan ekonomi umat Islam yaitu bagaimana menyeimbangkan antara kepentingan pribadi utk mendapatkan keuntungan ekonomi dan lainnya dengan semangat memberdayakan orang lain. Dibutuhkan keimanan dan kesadaran akan tanggungjawab kita terhadap kelangsungan kehidupan orang lain.

Umat Islam perlu mengembangkan social enterprise (perusahaan social), yaitu sebuah ide yang menggabungkan antara konsep dasar bisnis yakni mencari keuntungan (profit) dengan kewajiban kita membantu orang lain/lingkungan sekitar. Hasil yang diperoleh dalam aktifitas yang dilakukan usaha bisnis tsb dimanfaatkan sebesar-besarnya utk mendanai program pemberdayaan umat.

Untuk itu, Lembaga sosial Islam, seperti masjid, Lembaga Pendidikan Pesantren, Panti Asuhan, Ormas-ormas Islam, perlu memiliki dan mengembangkan unit bisnis utk mendapatkan dana bagi pengembangan umat. Lembaga-lembaga Islam tidak hanya sekedar mengaharpkan bantuan/kebaikan dari orang lain (jamaah) untuk mendapatkan dana operasional dan pengembangannya dalam melakukan perberdayaan umat, tapi memiliki income benefit sendiri dari usaha-usaha bisnis yang dilakukannnya. Apa yang dilakukan oleh Al-Azhar Kairo, Pesantren Gontor Ponorogo dan beberapa Lembaga Pendidikan dan ormas lainnya di Indonesia menjadi pembelajaran bagi umat Islam.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ اْلكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Pemimpin Tertinggi Tarekat Naqsabandiyah akan Beri Pengajian di Masjid Al-Markaz, Catat Tanggalnya!

0

MASJIDALMARKAZ.OR,ID, MAKASSAR – Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf akan kedatangan ulama besar dunia awal pekan depan. Umat Islam di daerah ini diharapkan dapat memanfaatkan momen tersebut untuk mendengarkan secara langsung pengajian yang akan dibawakannya.

Berdasarkan penyampaian yang diterima Masjid Al-Markaz Al-Islami, Ulama Sufi Senior asal Damaskus, Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dieb, dijadwalkan mengisi pengajian maghrib pada Senin 18 Desember 2023. Pengurus Yayasan Islamic Center Al-Markaz Al-Islami menyatakan siap menyambut kedatangan Syaikh Muhammad Rajab Dieb.

Wakil Ketua Umum DPP Dewan Masjid Indonesia (DMI) Komjen Pol (Purn) Syafruddin saat menerima kunjungan Syaikh Dr. Muhammad Rajab Dieb di kantornya, beberapa waktu lalu.

Syaikh Rajab Dieb adalah salah seorang ulama besar umat islam saat ini. Ulama kharismatik itu merupakan ahli tafsir, hadits, pengajar ilmu agama di Majelis Fatwa Kementerian Wakaf Syria, serta pengajar inti di Lembaga Pendidikan Islam (Mujamma’) Syaikh Ahmad Kuftaro Suriah.

Syaikh Rajab Dieb merupakan guru besar dan pemimpin tertinggi atau Mursyid Thariqah Naqsyabandiyah. Dia adalah salah seorang pendiri Forum Sufi Dunia. 

Oleh karena itu, umat Islam di daerah ini diharapkan dapat menghadiri Pengajian Maghrib yang akan dibawakan oleh Syaikh Rajab Dieb. (*)

Nilai-Nilai Ukhuwah Islamiyah dan Refleksi Cinta Palestina

0

Oleh: Dr. H. Irham Jalil Aliyah, M.Ag

Hadirin hamba Allah yang saya muliakan.

Dalam Al quran surat Alhujurat ayat 10, Allah berfirman;

Terjemahnya;

“Sesungguhnya Orang yang berIman  bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertaqwalah kepada Allah agar engkau mendapat rahmat”

Kata Ukhuwah dalam ayat tersebut diatas berasal dari bahasa Arab, yang akar katanya adalah Akhun, mempunyai makna adanya persamaan dalam banyak hal,yang esensi makna dasarnya adalah memperhatikan. Al Ikhtimam, mereka yang merasa ada hubungan satu dengan yang lainnya, apakah karena sekandung, sesusuan,senasab,sebapak, se ibu. Semuanya adalah bersaudara dan satu sama lain harus saling memperhatikan.

Di dalam Alqur’an terdapat 52 kali disebut kata Akhun.

Di dalam Alquran pula terdapat kata Akhun, yang bermakna bersaudara tidak se kandung. Yang sebaiknya kata Akhun inilah yang cocok berpasangan dengan kata Al-mukmin dalam surat Al hujurat ayat 10 diatas. Namun Allah menggunakan kata Ikhwatun. Pada hal orang mukmin berjumlah banyak, termasuk yang hadir pada shalat jumat hari ini, dibuktikan dengan seruan Allah untuk hadir shalat Jumat.

Terjemahnya;

“Wahai orang yang beriman. Apabila diserukan untuk shalat Jumat,maka bersegerahlah untuk mengingat Allah”.                                                                                                                

Itu berarti jika yang hadir pada saat ini  tergolong  kelompok orang beriman. Namun orang yang beriman yang hadir ditempat ini saja tidak semua bersaudara se kandung, sesusuan, se ayah, se ibu. karena terdiri dari banyak suku,  bangsa, bahasa, warna kulit, asal daerah, dan lain sebagainya. Namun karena dasar dan ukurannya adalah Iman. Maka Allah mempersaudarakan Orang mukmin dengan mukmin yang lain adalah Ikhwatun, bersaudara selayaknya orang se kandung,se susuan, se ayah, se ibu.

Artinya: “Orang Mukmin dengan mukmin yang lain seperti dengan satu bangunan yang saling menguatkan”.

Bangunan hanya bisa berdiri kokoh jika ada penguat dari bangunan yang lain.Orang mukmin seperti dengan satu badan, satu anggota badan yang sakit, maka anggota badan yang lain juga pasti merasa sakit.

Islam sangat menghargai nilai-nilai persaudaraan, dan persaudaraan yang dibangun berdasarkan persaudaraan Cinta yang haqiqi. Cinta yang tidak dibatasi dengan jarak. Bahkan Islam menempatkan kecintaan kepada saudara diatas segala-galanya.

Artinya:

“Tidakla disebut orang beriman diantaramu, jika tidak mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”.

Islam adalah agama yang sangat menghargai persaudaraan,dan mencintai harmonisasi kerukunan terhadap orang lain, apatah lagi persaudaraan terhadap muslim yang lain apapun suku dan bangsanya

Hadirin yang berbahagia.

Hari ini Ummat Islam, saudara kita yang ada di Palestina lagi diuji, yang sesungguhnya menjadi ujian kita juga semua yang ada disini. Akankan nilai-nilai ukhuwah yang kita miliki dapat merefleksi penderitaan dan musibah yang dialami oleh saudara kita itu, atau kita biarkan mereka memikul penderitaannya sendiri, padahal ada sesuatu yang dapat kita lakukan.

1.Menjadi donasi bagi mereka.                                                                          

Menyisihkan sebahagian rezki yang kita miliki, siapkan sadaqoh terbaik kita, Ummat Islam tidak perlu berangkat berperang ke Palestina. Cukup dengan dana yang bisa kita salurkan melalui lembaga yang terpercaya.Insya Allah dana seribu,dua ribu yang terkumpul dapat membantu meringankan penderitaan mereka.

Apa saja yang engkau infakkan, maka sungguh Allah akan menggantinya. [QS.Saba; 39]                                                                                                                   

2. Panjatkan doa-doa terbaik.

Berdoalah niscaya Allah akan mengabulkan doamu.

Diantara ribuan orang yang berdoa Untuk kebaikan dan keselamatan saudara kita yang ada di palestina.baik doa pada setiap waktu waupun pada waktu-waktu tertentu, yang dilaksanakan pada saat shalat lima waktu, dilakukan qunut Naazilah.  dan setiap saat dalam  sujud doa-doa hendaknya terpanjakatkan.

3. Melaksanakan Fatwa MUI.

Fatwa MUI nomor 83 tahun 2023  harus didukung dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya setiap ummat Islam. Isi fatwa yang dimaksud adalah. Mendukungh perjuangan Kemerdekaan Palestina atas agresi Israil hukumnya Wajib dan sebaliknya  mendukung Israil dan produk-produknya ,hukumnya haram.

4. Sebarkan prilaku kejahatan Zionis Israil terhadap rakyat Palestina agar simpati dunia terhadap pembantaian kemanusian tidak dapat diterimah oleh Agama apapun.karena itu bukan semata-mata pembantaian ummat Islam,tetapi pembantaian kemanusiaan.hal ini termasuk kejahatan yang tidak diterimah

Hadirin sekalian.

Mengapa Palestina harus diselamatkan.

  1.  Negeri Palestina berdiri Masjidil Aqsa yang menjadi Kiblat pertama ummat Islam dalam menunaikan sholat sebelum hijrah ke Madinah.Nilai Pahala satu kali sholat di mesjidil Aqsa, maka pahala 500 kali sholat di tempat lain selain Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah
  2. Masjid kedua yang diletakkan oleh Allah swt di Bumi setelah masjidil Haram, sebagaimana disampaikan dalam Hadist Riwayat Ahmad. Yaitu. ‘Abu dzar pernah bertanya’ Wahai Rasulullah, mesjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di Bumi. Beliau menjawab ‘Almasjidil Haram’. Abu Dzar kemudian bertanya lagi,’ kemudian apa lagi ya Rasul. Lalu Rasul menjawab ‘Almasjidil Aqsa.
  3. Lokasi Ziarah yang mendapat anjuran dari Rasululullah.                                                         Rasulullah menganjurkan.Bahwa Masjidil Aqsa menjadi tempat yang harus didatangi setelah Masjidil Haram di Mekah, Masjid An Nabawiah di Madinah.
  4. Tempat persinggahan Rasulullah saat peristiwa Isra dan Mi’raj.

Masjid ini menjadi saksi atas peristiwa ketika Rasulullah diundang oleh Allah menerima shalat lima waktu

Kaum Muslimin yang dirahmati Allah.

Semoga kita semua terpelihara dari Ujian Allah dari setiap peristiwa yang terjadi,dan menjadi Ibrah untuk persiapan menuju WALAL AKHIRATU KHAERUN LAKA MINAL ‘ULA.

Tanggung Jawab Ayah terhadap Masa Depan Anak

0

Oleh : Prof. Dr. H. Mustari Mustafa, M.Pd.

DALAM kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan khutbah Jumat tentang tanggung jawab ayah terhadap masa depan anak. Materi ini sangat penting untuk diperhatikan terutama oleh bapak-bapak termasuk yang akan menjadi bapak, saya kira tidak ada laki-laki Islam yang tidak mau jadi bapak. Kebahagiaan menjadi bapak terutama bila status itu dilengkapi oleh Allah SWT dengan keturunan walau bersamaan dengan kewajiban untuk menjaga keturunannya.

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 233 Allah SWT menerangkan :

وَالْوٰلِدٰتُ يُرْضِعْنَ اَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ اَرَادَ اَنْ يُّتِمَّ الرَّضَاعَةَۗ وَعَلَى الْمَوْلُوْدِ لَهٗ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِۗ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ لَا تُضَاۤرَّ وَالِدَةٌ ۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُوْدٌ لَّهٗ بِوَلَدِهٖ

Artinya : “Ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya. Janganlah seorang ibu dibuat menderita karena anaknya dan jangan pula ayahnya dibuat menderita karena anaknya”.

Mengabaikan tanggung jawab tersebut merupakan suatu dosa, murka Allah kepada seorang ayah yang mengabaikan tanggung jawab terhadap anak-anaknya dan tentunya ayah akan kehilangan salah satu peluang untuk mendapatkan surga melalui pintu tanggung jawab terhadap anak.

Kebanyakan masalah serta keburukan yang ditimbulkan dari perilaku anak merupakan buah dari

Yang mengakibatkan anak menjadi tumbuh dengan pribadi serta sikap yang buruk serta tercela. Jika dalam Buku Some Thoughts Concerning Education yang ditulis oleh John Locke Psikolog Barat pada tahun 1693 menyatakan bahwa anak itu diibaratkan sebagai kertas putih yang masih kosong dan tergantung pada orang tuanya akan menuliskan apa padanya, maka jauh sebelumnya yakni 1083 tahun sebelum buku itu terbit, Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan :

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ

“Bahwa semua anak itu dilahirkan dalam keadaan Islam (fitrah), lurus dan suci namun orang tuanya lah yang akan bisa membuat anak itu tumbuh menjadi yahudi, atau Nasrani atau Majusi”.

Oleh karena itu anak merupakan amanah dan titipan terbesar yang Allah berikan kepada tiap orang tua di dunia yang harus dijaga. Al-Quran surat At Tahrim ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

“Bahwa Allah memerintahkan agar orang yang beriman menjauhkan dirinya dan keluarganya, yakni istri dan anaknya, dari api neraka”.

Sejalan dengan itu, Negara kita melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, bagian keempat Pasal 26, menyebutkan bahwa Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:

  • Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak.
  • Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya.
  • Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak.
  • Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada Anak.

Ayah yang mengabaikan tanggung jawabnya terhadap anak seperti ; Menelantarkan anak, Meninggalkan

anak, Melecehkan anak, Menganiaya anak, Membiarkan anak melakukan tindak pidana ; dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp 72 juta. Selain itu, ayah yang mengabaikan tanggung jawabnya terhadap anak juga dapat dikenakan sanksi perdata berupa kewajiban untuk memenuhi kebutuhan anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan.

Sebagai ayah, tidak boleh patah asa juga di tengah tanggung jawab dunia akhirat yang mulia ini. Dalam ayat 233 Surat Al-Baqarah di atas, لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ اِلَّا وُسْعَهَاۚ, seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya” menunjukkan bahwa tanggung jawab ayah ini sudah sesuai dengan potensi kemampuan seorang ayah baik dari segi fisik, emosional, maupun sosial.

Dari segi fisik, ayah berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Ayah juga berperan dalam

melindungi anak dari bahaya.

Dari segi emosional, ayah berperan dalam memberikan rasa aman, kasih sayang, dan dukungan kepada anak. Ayah juga berperan dalam membantu anak mengembangkan rasa percaya diri dan harga diri.

Dari segi sosial, ayah berperan dalam mengajarkan nilai-nilai moral dan sosial kepada anak. Ayah juga berperan dalam membantu anak mengembangkan keterampilan sosial dan kemampuan bersosialisasi.

Ayah adalah sosok yang sangat penting dalam keluarga. Ayah adalah kepala keluarga yang bertanggung jawab atas kesejahteraan dan kebahagiaan keluarga, termasuk anak-anaknya.

Tanggung jawab ayah terhadap masa depan anak sangatlah besar. Ayah harus berusaha mengkondisikan anak-anaknya memiliki masa depan yang cerah dan bahagia. Oleh karena itu, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk yang cerah, yaitu:

Pertama, ayah harus memberikan fasilitas pendidikan yang layak kepada anak-anaknya. Pendidikan merupakan kunci kesuksesan anak di masa depan.

Kedua, ayah harus menanamkan nilai-nilai moral dan agama kepada anak-anaknya. Nilai-nilai moral dan agama akan menjadi pedoman bagi anak-anaknya dalam menjalani kehidupan. Ayah harus membimbing, mengawal, dan mengarahkan anak-anaknya untuk memiliki akhlak yang mulia dan bertakwa kepada Allah SWT.

Ketiga, ayah harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Anak-anak akan meniru apa yang mereka lihat dari ayah mereka. Ayah harus menjadi teladan yang baik dalam hal perilaku, pemikiran, perkataan, dan perbuatan.

Keempat, ayah harus memberikan dukungan dan motivasi positif kepada anak-anaknya. Agar menjadi penyemangat anak-anak untuk beraktifitas dan melakukan hal-hal yang bernilai ibadah serta ketaqwaan kepada Allah SWT. (*)

Yayasan Buddha Tzu Chi Bagi Sembako di Masjid Al-Markaz

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Makassar mengunjungi Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M. Jusuf Makassar, Jumat (24/11/2023). Kedatangan mereka untuk berbagi sembako kepada sejumlah pekerja di lingkungan Masjid Al-Mrkaz.

Sekretaris Umum Yayasan Islamic Center (YIC) Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf, Nadjamuddin Madjid, menyambut langsung rombongan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia itu.  Ia mengatakan, gembira dengan kunjungan tersebut karena menunjukkan terjalinnya persaudaraan.

“Meski kita tidak saudara seiman, tetapi kita saudara dalam kemanusiaan. Semoga persaudaraan kita akan terus terjalin di masa-masa mendatang,” tandas Nadjamuddin.

Sementara itu, Koordinator Aksi Bagi Sembako Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Makassar, Fuandi, menyampaikan terima kasih karena telah diterima dengan baik. Ia meyampaikan, bahwa kedatangan mereka merupakan bentuk kepeduliaan dan aksi kemanusiaan untuk berbagi kepada sesama.

“Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia memang bergerak di bidang amal. Jadi kami rutin berbagai dengan berbagai komunitas, termasuk hari ini di Al-Markaz,” katanya.

Di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend M. Jusuf Makassar, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Makassar membawa 106 paket sembako. Paket sembako itu diberikan kepada sejumlah karyawan dan pekerja di lingkungan masjid antara lain petugas keamanan, santri, juru parkir, petugas kotak amal, petugas alas kaki dan petugas kebersihan.

Menurut Fuandi, aksi seperti itu memang rutin dilakukan, misal pada Hari Raya Imlek, Lebaran dan Natal. Bagi-bagi sembako yang merupakan donasi dari donator dan anggotanya itu, katanya, memang tidak memandang agama. Karena, yang tergabung dalam Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga memang tidak hanya umat Buddha, melainkan juga ada agama lain seperti Islam dan Kristen. (*)

Ustadz Abdul Somad Pukau Puluhan Ribu Jamaah Masjid Al-Markaz Al-Islami

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Tausiyah Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, memukau ribuan jamaah, Jumat 3 Nopember 2023. Sekitar 10 ribu jamaah memadati lantai 2 dan 3 salah satu masjid termegah di kawasan Asia Tenggara itu.  

Jamaah yang ingin mendengarkan langsung UAS memberi tausiyah mulai berdatangan dan ikut Salat Jumat. Jamaah terus memadati lantai 2 masjid hingga pelaksanaan Salat Ashar. Jamaah laki-laki berada di lantai 2, sedangkan jamaah perempuan berada di lantai 3. Jamaah yang tidak kebagian di lantai 2 dan 3, terpaksa mengikuti tausiyah UAS dari lantai 1.

Usai pelaksanaan salat Ashar, jamaah tidak lagi duduk bershaf, melainkan sudah duduk sangat rapat. Sehingga, ruang gerak di antara jamaah, tidak ada sama sekali. Jamaah tampak berdesakan hingga di sisi mimbar. Sebagian jamaah terpaksa berdiri di koridor untuk bisa menyaksikan UAS di atasmimbar.

Rangkaian acara tausiyah diawali dengan penampilan marawis yang melantunkan salawat Nabi Muhammad SAW yang dibawakan santri Pesantren dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) Masjid Al-Markaz Al-Islami. Salawatan ini makin menambah antusias jamaah.  

Kedatangan UAS mulai disambut jamaah dari lantai 1, saat turun dari mobil yang mengantarnya. Para jamaah berebut untuk bersalaman dan berfoto bersama. Situasi ini membuat panitia dan tim keamanan dalam Masjid Al-Markaz Al-Islami harus bekerja keras untuk menjaga ruang gerak UAS hingga naik ke lantai 2. Kepadatan jamaah yang ingin bersalaman dengan UAS semakin bertambah usai acara.

Sebelum UAS tampil ke atas mimbar memberi tausiyah, Ketua Yayasan Islami Center (YIC) Al-Markaz Al-Islami, Prof. Dr. Basri Hasanuddin, MA.  memberi kata sambutan selama datang. “Alhamdulillah. Saat in kita kedatangan ulama besar yang akan memberikan tausiyah bisa menyejukkan hati kita semua,” kata Prof. Basri Hasanuddin.

Prof Basri menyampaikan terimakasih kepada seluruh jamaah yang hadir menyaksikan langsung tausiyah tersebut. ” Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada seluruh jamaah yang hadir di masjid Al-Markaz Al-Islami, ini merupakan sebuah manifestasi kita karena kerinduan kita dengan ulama besar kita Ustadz Abdul Somad, ” tandasnya.

Saat UAS naik ke mimbar, jamaah tampak semakin berdesakan maju ke depan. Tak berapa lama UAS memulai tausiyahnya, hujan turun di luar masjid memberi kesejukan. UAS sendiri memberi tausiyah bertema Hidup Sejahter, Damai dan Berkah. UAS juga menyinggung persoalan pembantaian Israel di Palestina yang saat ini sedang mengundang perhatian dunia.

“Kita tidak perlu menjadi Muslim, untuk membela Palestina, kita cukup menjadi manusia,” tegas UAS, disusul pekik takbir Allahu Akbar.

UAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina yang saat ini tengah menghadapi serangan penjajah zionis Israel. “ada 2 doa wajib yang harus selalu kita panjatkan saat ini, yaitu doa untuk meminta pemimpin yang baik dan amanah untuk negeri kita, dan kedua doa untuk perjuangan Palestina, ” katanya.

Sepanjang ia menyampaikan tausiyah nya, sesekali dirinya mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menyanyikan lantunan shalawat. Tampak seluruh jamaah pun kompak melantunkan shalawat yang juga dipimpin oleh dai kondang tersebut.

UAS memberi tausiyah lebih dari sejam, dan tak satupun jamaah beranjak dari tempat duduknya. Tausiyah tersebut juga disiarkan sejumlah media, termasuk disiarkan secara langsung Humas Masjid Al-Markaz Al-Islami melalui akun Youtube dan Facebook @masjid.almarkaz.

Tausiyah UAS ditutup dengan mengajak seluruh jamaah mengirimkan doa untuk umat muslim Palestina yang sedang berjuang melawan kekejaman Israel. (*)

HABL MIN AL-NAAS: SIKAP EMPATI (ITSAR) UNTUK PERSATUAN UMAT

0

Prof.Dr.H.Nurhidayat M.Said, MA.

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِالْإِصْلَاحِ، وَحَثَّنَا عَلَى الصَّلَاحِ، وَبَيَّنَ لَنَا سُبُلَ الْفَلَاحِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ 

أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْكُمْ عِبَادَ اللهِ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، قَالَ تَعَالَى: فَاتَّقُوا اللهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُمْ وَأَطِيعُوا اللهَ وَرَسُولَهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Sebagai orang yang beriman, sudah selayaknya kita menyadari dengan cermat bahwa ketika Allah SWT menciptakan manusia di dunia dengan segala keragamannya adalah supaya untuk saling mengenal dan melengkapi. Bukan untuk saling mencaci, menghina, menghakimi, mengintimidasi dan diskriminasi kepada salah satu kelompok, dan mengunggulkan yang lainnya, karena hal tersebut bisa memicu permasalahan dan ketegangan sosial.

Keragaman dan kebinekaan yang ada pada umat manusia  baik secara etnis, kebangsaan, bahasa, warna kulit, agama, dan sebagainya  tidak boleh kita pandang sebagai sumber masalah, sumber pertikaian, dan konflik akan tetapi justru merupakan sarana untuk saling mengenal kelebihan dan keunikan masing- masing dan untuk membangun persaudaraan antar sesama manusia.

Dalam Al Qur’an, Allah swt berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 13:                                                                     

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Terjemahnya: Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Sebab, semua manusia pada hakikatnya adalah satu keluarga besar yang lahir dari satu ayah dan satu ibu: Adam dan Hawa. Rasulullah SAW bersabda:

لافضلَ لعربيٍّ على عجميٍّ، ولا لعجميٍّ على عر بيٍّ، ولالأبيضَ على أسودَ، ولالأسودَ على أبيضَ – : إلَّا بالتَّقوَى، النَّاسُ من آدمُ، وآدمُ من ترابٍ

Artinya : “Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas orang bukan Arab, atau bagi orang bukan Arab atas orang Arab, atau bagi orang kulit putih atas orang kulit hitam, atau bagi orang kulit hitam atas orang kulit putih kecuali karena ketakwaan. Semua manusia berasal dari Adam, dan Adam diciptakan dari tanah”.

Karenanya, untuk memelihara dan menumbuhkan persaudaraan antar sesama, kita perlu menekankan kepada satu titik temu di antara berbagai perbedaan yang ada, mulai dari bangsa, suku, agama, hingga bahasanya, yaitu kita adalah sama-sama manusia.

Salah satu nilai dasar yang harus kita tanamkan di dalam diri kita adalah bahwa kita dan orang lain bukan musuh, bahkan jika orang lain itu berlainan agama dan kepercayaan dengan kita sekalipun. Kita harus menjauhi sikap permusuhan kepada sesama manusia. Dan begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika mengajak orang lain, pemimpin masyarakat lain, untuk memeluk Islam melalui surat yang beliau kirim kepada mereka. Bahasa yang digunakan oleh Rasulullah SAW dalam surat-suratnya adalah bahasa yang lembut, tanpa ada kata-kata ancaman yang memicu permusuhan.

Jamaah Jumat yang Berbahagia.

Allah SWT telah memerintahkan kepada kita semua untuk memperkuat tali persaudaraan, sebagaimana digambarkan dalam firman-Nya, surat Ali Imran ayat 112:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمْ الذِّلَّةُ أَيْنَمَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللهِ وَحَبْلٍ مِنْ النَّاسِ.

Terjemahnya: Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali hubungan kepada Allah dan tali hubungan dengan manusia.

Islam mengenalkan konsep persaudaraan dengan istilah ukhuwah. Secara bahasa, ukhuwah berasal dari kata akha yang makna dasarnya berarti “memberi perhatian”. Arti akha kemudian berkembang menjadi saudara atau kawan.

Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk menghormati sesama  sebagai manusia, lepas dari latar belakang perbedaan yang ada. Suatu hari ada iring-iringan jenazah orang Yahudi lewat di depan beliau ketika beliau sedang duduk-duduk berbincang bersama beberapa orang sahabat. Melihat jenazah itu lewat, Rasulullah berdiri sebagai bentuk penghormatan terhadap jenazah itu. Salah seorang sahabat kemudian berbisik, “Itu jenazah orang Yahudi, wahai Rasulullah”. Rasulullah justru menjawab pertanyaan sahabat itu dengan bersabda, “Alaisat nafsan? Bukankah dia juga seorang manusia?” (HR Bukhari).

Karena memang persaudaraan dan pertemanan bisa selalu awet dan terjadi dengan baik jika dipupuk dengan saling memberi perhatian. Maka ukhuwah dapat dimaknai sebagai konsep yang mengajarkan bahwa setiap orang yang bersaudara mengharuskan ada perhatian di antara mereka. Ukhuwah Insaniah atau persaudaraan sesama manusia merupakan persaudaraan yang cakupannya lebih luas, karena melibatkan seluruh umat manusia di seluruh dunia. Salah satu ayat yang menjadi dasar ukhuwah insaniyah adalah firman Allah dalam surat al-Hujurat ayat 11:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Terjemahnya: Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Kita lihat, betapa ayat yang satu menguatkan ayat yang lain dalam hal sikap penghormatan antar sesama manusia, tentang sikap persaudaraan manusia. Karena itu, dimana pun di dunia ini kita bertemu dengan sesama manusia, dia adalah saudara kita yang harus kita hormati, terlepas dari perbedaan agama dan keyakinannya, bangsanya, bahasanya, atau warna kulitnya, selama dia tidak memerangi dan menzalimi kita. Kita memiliki kewajiban untuk menjaga hak hidup setiap manusia yang sudah dijamin oleh al-Qur’an. Sebab, dengan menjaga dan menghormati hak hidup satu orang saja, kita dinilai telah menjaga dan menghormat hak hidup semua manusia,

مَنْ قَتَلَ نَفْسًاۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ

Terjemahnya : “… barangsiapa membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia…” (QS. al-Ma’idah/5: 32).

khatib mengajak jamaah sekalian, khususnya khatib pribadi, untuk dapat memelihara dan menumbuhkan rasa persaudaraan sesama manusia, Dengan tumbuhnya sikap demikian, niscaya kehidupan yang diimpikan bersama, penuh kedamaian, kenyamanan, ketentraman dapat terwujud dengan baik.

Barakallahu,

Ustadz Abdul Somad akan Beri Tausiyah di Masjid Al-Markaz Makassar, Catat Tanggalnya !

0

MASJIDALMARKAZ.OR.ID, MAKASSAR – Dai kondang, Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A, Ph.D, akrab disapa Ustadz Abdul Somad atau UAS, akan hadir di Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf Makassar, Sulawesi Selatan. UAS dijadwalkan mengisi tausiyah ba’da Ashar, Jumat 3 Nopember 2023.

Pengurus Masjid Al-Markaz Al-Islami Jend. M. Jusuf menyatakan siap menyambut kedatangan UAS di masjid kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu.  Setelah memastikan jadwal kedatangan UAS, pengurus menggelar rapat koordinasi, Selasa (31/10/2023).  

“Kami dan tentu saja jamaah siap menyambut kehadiran Ustad Abdul Somad di Masjid Al-Markaz Al-Islami,” kata Ketua Panitia, H. Ismun Muhdar.

Ia berharap, jamaah dapat meramaikan dan menghadiri kegiatan tausyiah yang akan diisi oleh UAS tersebut. “Kalau selama ini banyak jamaah mengikuti ceramah-ceramah UAS melalui media sosial, maka ini adalah kesempatan yang baik untuk melihat lebih dekat dan mendengarkan langsung UAS menyampaikan tausiyah,” sambungnya.

Masjid Al-Markaz sendiri dapat menampung hingga sekitar 10 ribu jamaah pada lantai dua dan tiga, serta mampu menampung lebih dari 20 ribu jamaah jika juga digunakan lantai satu dan halaman masjid.

Masjid Al-Markaz AL-Islami juga memiliki area parkir yang  sangat luas, sehingga tak perlu khawatir tidak kebagian slot parkir. Masjid ini dapat diakses dari Jl. Masjid Raya, Jl Sunu, Jl. Kandea dan Jl. Masjid Al-Markaz.

Rencananya, UAS akan melakukan salat Ashar bersama di Masjid Al-Markaz, kemudian dilanjutkan dengan memberikan tausyiah. Kunjungan UAS merupakan rangkaian kunjungannya ke sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

UAS juga dijadwalkankan akan mengisi tausyiah di Masjid Agung Baburrazaq Villa Mutiara Sumarecon Makassar dan Lapangan Gasis Watasoppeng, Kabupaten Soppeng. (*)

KHUTBAH JUMAT : Peduli kepada Bangsa Palestina yang Sudah 75 Tahun Berjuang Merdeka

0

Oleh : Prof. Dr. H. Jalaludin Rahman, M.Ag.

لسلام عليكم ورحمة الله ولركاته

DALAM dua pekan ini, kita disibukkan dengan berita perang Palestina dan Israel.
Malah akhir-akhir ini kita menyaksikan saudara semuslim dan saudara semanusia diluluhlantakan kampungnya dan warganya dibantai secara membabi buta, tidak hanya tentara, tapi anak, wanita, orang tua ikut menjadi kurban. Sudah 2000an Orang meninggal. Pemukiman mereka dibombardir hingga rata dengan tanah.

Serangan kejam Israel ini merupakan balasan mereka terhadap serangan Hamas Palestina kepada Israel yg telah membunuh lebih 600 dan menawan tidak sedikitpun tentara dan warga Israel.

Setiap ada serangan Hamas, maka Israel membalasnya berlipat kali, apalagi baru kali ini serangan Hamas sangat mematikan.
Bahkan, ada yg mengumpamakan serangan Hamas kali ini laksana serangan 1 Oktober yg dipimpin oleh Soeharto yang berhasil menyadarkan penjajah Belanda bahwa NKRI masih ada yang pertahankannya.

Palestina, negara yang pertama mengakui kemerdekaan Indonesia 1945. Namun sejak tahun 1948, sejak berdirinya Negara Zionis Israel, Palestina boleh disebut sebagai awal era pencaplokan dan penjajahan Israel kepada Palestina yg pada mulanya diberi tempat menumpang di Palestina. Tapi berkat dukungan negara-negara Barat, lalu Israel berdiri jadi negara merdeka.

Sejak saat itulah terjadi sengketa dan perang. Yang selalu dimenangkan Israel. Dengan kemenangan itu, Israel mencaplok dan menduduki wilayah Palestina serta mengusir warga untuk ditempatkan warga Israel.

Perjuangan kemerdekaan Palestina terbelah kini menjadi dua bentuk, dengan dialog damai dan perlawanan senjata. Kelompok pertama, Fatah mendiami Tepi Barat Sungai Yordan dan kelompok kedua, Hamas mendiami Jalur Gaza. Yang bertempur sekarang ini adalah kelompok Hamas di jalur Gaza. Mereka ini kini mengalami kehancuran, penderitaan, pembantaian luar biasa.

Jamaah yang Mulia
Bagaimana sikap kita sebagai saudara sesama muslim dan sesama manusia?
Sikap bangsa Indonesia kepada perjuangan kemerdekaan Palestina tidak pernah luntur sehingga Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Malah Palestina memiliki hubungan diplomatik dengan Jakarta.

Jamaah yang terhormat
Kita tidak perlu mendukung atau menyesali pilihan yang berbeda itu dengan konsekuensinya masing-masing.
Yang terpenting bahwa kita sebagai saudara harus memberi bantuan konkrit kepada saudara kita yang sedang berjuang merdeka lalu alami penderitaan.
Allah SWT mengingatkan bahwa umat Islam ini dan manusia ini bersaudara dan satu:
انما المؤمنين أخوة فاصلحوا بين اخويكم…
كان الناس أمة واحدة …

Bahkan Nabi menggambarkan bahwa orang muslim dan manusia seperti satu tubuh, كالجسد الواحد. Kalau satu anggota badannya yang sakit, maka anggota badan lain ikut sakit.
Gambaran lain disebutkan ia laksana sebuah bangunan كالبنيان، setiap komponen menguatkan yang lainnya.

Jamaah yang Terhormat
Itulah sebabnya, Allah memerintahkan agar kalian manusia ini tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan sebaliknya kerja sama dalam korupsi berjamaah seperti banyak terjadi di negeri tercinta ini.


Allah berfirman:
وتعاونوا على البر والتقوى ولاتعاونوا على الاثم والعدوان ..

Bahkan Nabi juga mengajarkan agar sesama saling memudahkan dan membantu kesulitan yang dihadapi oleh sesamanya.

Nabi bersabda:
من يسر مسلما يسره الله فى الدنيا والأخيرة.

Bahkan, Allahpun mengajarkan bahwa setiap ada kesulitan, perjuangan, penderitaan seperti yang dialami saudara kita di Gaza Palestina meski cukup jauh, maka saudaranya di mana saja termasuk jamaah Jumat ini ikut mencari solusi, bantuan, dan dukungan.


Allah berfirman:
ان مع التغير يسار.

Kalau ada masalah, maka harus dicari solusi, jalan keluar at penyelesaian.

Majelis Ulama Indonesia Pusat telah mengedarkan seruan yang berisi beberapa hal. Untuk kesempatan ini, khathib hanya mengambil dua hal saja, yakni 1. Mendoakan baik sendiri-sendiri maupun berjamaah agar mereka diberi kesabaran, kekuatan, bantuan, dan kemenangan dalam perjuangan kemerdekaannya, 2. Mengumpulkan dana untuk membantu mereka secara finansial sebab mereka kini pasti alami ujian berat, kekurangan makanan, uang, listrik, pemondokan, dll.

Jamaah yang Terhormat
Inilah saatnya kita ikut berjihad, berjuang, ikut berperang bersama Hamas.
Hanya soal jarak yang sangat jauh sangat tidak memungkinkan menerjunkan diri kita ikut bersama Palestina melawan Israel. Itulah sebabnya MUI menyeru kita agar berdoa, qunut nazilah karena ada bencana kemanusiaan.
Kalau doa sudah dilakukan, apa sudah cukup?
Allah mengajarkan bahwa berjihad itu bisa dilakukan dengan harta, uang, dan jiwa.

Jamaah yang Mulia
Jihad dengan harta dan uang inilah yang bisa dilakukan. Melalui mimbar ini saya mengajak kepada segenap jamaah yang hadir agar merogoh kantongnya dalam-dalam untuk memberikan tanda turut kita berjihad bersama Hamas Palestina. Saya ajak mari kita kumpulkan dana sesudah kita tunaikan shalat Jumat. Kita usahakan maksimalkan bantuan kita. Kalau untuk kotak amal, biasa pilih uang kecil, maka untuk jihad kiranya dipertimbangkan uang besar-besar, tapi kalau yang ada uang tidak terbesar itu juga sudah mulai.


Malah yang kebetulan tidak atau kurang bawa uang, maka khathib minta kiranya bisa kembali menyusulkan dan stor di pengurus mesjid sore atau besok-besoknya.
Kalau ada yang masih ketemu usaha pengumpulan dana oleh organisasi atau grup watsup, diusahakan tidak ketinggalan. Uang yang diinfakkan di jalan Allah tidak akan hilang dan tidak mengurangi uang kita, malah tetap milik kita dan pergi cari. teman uang agar semakin murah rezeki kita. Yakinilah iman ini.

KESIMPULAN

  1. Alquran dan Nabi mengajarkan agar kita saling tolong menolong, saling mengurangi penderitaan sesama muslim dan sesama manusia.
  2. MUI Pusat telah menyerukan banyak hal, tapi ada dua yang utama, yakni mendoakan dan membantu dana.
  3. Kita yang jauh dari negeri Palestina yang lagi berperang dan tidak memungkinkan jihad jiwa, maka masih ada jihad lain yang bisa dilakukan dengan mengumpulkan uang guna disumbangkan kepada mereka. Berapapun jumlahnya pasti bermakna, tapi sebaiknya kita rogoh kantong kita dalam-dalam seraya mengambil uang besar, bukan uang receh

بارك الله لى ولكم فى القرآن العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الاياات الكريمة والاحاديث الشريفة ولذكر الله أكبر والله خبير بما تصنعون

Follow us

0FansSuka
3,910PengikutMengikuti
22,900PelangganBerlangganan

Latest news